TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Harga sejumlah kebutuhan bumbu dapur kembali normal pasca Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Seperti terpantau di Pasar Pa'baeng-baeng, Jl Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (29/3/2026).
Lokasi pasar ini cukup strategis di kota berpenduduk 1,4 juta jiwa ini.
Ia berada tak jauh dari kawasan pusat perbengkelan Jl Veteran Selatan, di sisi barat.
Dan berjarak kurang dari 200 meter dari asrama markas Batalyon A Pelopor Brimob Polda Sulsel.
Satu dari sejumlah harga bumbu dapur yang mencolok cabe rawit.
Pasalnya, H-1 jelang lebaran, harganya sempat menyentuh angka Rp200 ribu per kilogram.
"Bilang besoknya begitu lebaran, harganya itu Rp200 ribu per kilo. Sekarang sisa Rp64 ribu per kilo," kata salah satu pedagang, Ida (54).
Harga Rp64 ribu itu, lanjut Ida, sudah tergolong normal di tengah kurangnya pasokan cabai rawit.
"Cabe besar juga normal mi, sekarang Rp20 ribu per kilo. Waktu mau lebaran itu sempat naik Rp80 ribu per kilo. Begitu juga cabe keriting, sekarang sudah normal Rp20 ribu," ujarnya.
Meski demikian, hargai cabai turun ke harga normal tidak disertai dengan harga bawang merah dan putih.
Harga bawang putih yang sebelumnya Rp35 ribu per kilo, kini naik menjadi Rp40 ribu per kilogram.
"Bawang merah sekarang Rp54 ribu per kilo. Sebelumnya Rp50 ribu," sebutnya.
Kenaikan harga juga terjadi untuk pelengkap sayuran seperti kentang
Kentang sekarang kata Ida, naik Rp20 ribu per kilo. Sebelumnya hanya dikisaran Rp15 -17 ribu per kilogram.
Hal senada diungkapkan pedagang bumbu dapur lainnya, Yunar (29).
Secara keseluruhan kata dia, tiga item cabai, baik kecil, keriting hingga besar sudah kembali mengalami penurunan harga.
Kenaikan harga kata dia justru berlaku untuk jenis bawang merah.
"Bawang merah sekarang Rp55-60 ribu per kilo, tergantung kondisi bawang. Sebelumnya hanya Rp50 ribu per kilo," katanya.
Sementara untuk jenis bawang merah lanjut Yunar, stabil di harga Rp34 ribu per kilogram.