Niat Hindari 'One Way' Lewat Maps, Pemudik Asal Kebumen Malah Terperosok ke Sungai di Gang Sempit
Rustam Aji March 29, 2026 01:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES – Insiden pemudik tersesat di Brebes kembali terjadi akibat penggunaan aplikasi penunjuk jalan digital yang kurang tepat.

Sebuah mobil Kijang bernomor polisi B 7388 RS berpenumpang satu keluarga asal Jakarta terjun ke sungai setelah tersesat di gang sempit Desa Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Sabtu (28/3/2026) petang.

Peristiwa nahas tersebut bermula saat pengemudi mobil, Yopi, hendak menuju Kebumen melalui jalur tengah Jawa Tengah.

Namun, sesampainya di wilayah Ketanggungan, ia mengaku bingung karena adanya pemberlakuan sistem one way (satu arah) lokal pada jalur nasional Ketanggungan-Purwokerto.

"Diarahkan sama Maps (peta digital). Kemudian di depan jalan ditutup karena ada hajatan warga, akhirnya disuruh putar balik. Pas mundur itu, karena jalanan licin bekas banjir, mobil akhirnya tergelincir dan masuk sungai," ujar Yopi saat ditemui di lokasi kejadian.

Terjebak Rekayasa Lalu Lintas dan Peta Digital

Berdasarkan informasi di lapangan, kendaraan dari arah Jakarta sebenarnya telah diarahkan petugas menuju Simpang Ciremai, Jalan Lingkar Bulakelor, hingga Flyover Dermoleng untuk menuju Purwokerto.

Namun, Yopi memilih mengikuti arahan peta digital di ponselnya yang justru membawanya masuk ke pemukiman padat penduduk dengan akses jalan yang sangat terbatas.

Baca juga: Meriah, 45 Balon Hiasi Langit di Puncak Festival Balon Udara Wonosobo 2026

Kondisi jalan yang sempit ditambah sisa genangan air pascabanjir membuat ban mobil kehilangan traksi saat melakukan manuver mundur. Mobil tersebut akhirnya terperosok ke sungai sedalam beberapa meter.

Evakuasi Dramatis Selama Dua Jam

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini. Yopi bersama istri dan anaknya dilaporkan selamat tanpa luka serius. Meski demikian, proses evakuasi mobil memakan waktu cukup lama.

Petugas kepolisian dari Pos PAM Arus Dermoleng dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pengangkatan mobil. Kendaraan baru berhasil dievakuasi setelah menunggu truk derek selama dua jam karena akses menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan besar.

Pihak kepolisian kembali mengimbau kepada para pemudik agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peta digital menyesatkan.

Pengendara diminta untuk tetap memprioritaskan petunjuk arah manual dari petugas di lapangan atau papan penunjuk jalan resmi, terutama saat diberlakukan rekayasa lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2026. (Pet)

Baca juga: Viral Perempuan Tanpa Busana di Acara Dangdut Batang, Polisi: Diduga Gangguan Jiwa

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.