Meriah, 45 Balon Hiasi Langit di Puncak Festival Balon Udara Wonosobo 2026
Rustam Aji March 29, 2026 01:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Puncak Festival Mudik Balon Udara di Alun-alun Wonosobo, Minggu (29/3/2026), berlangsung meriah.

Sejak selepas subuh, kawasan kota sudah dipadati pengunjung dari berbagai daerah, baik warga lokal maupun luar kota.

Antusiasme masyarakat terlihat dari kerumunan yang terus bertambah sejak dini hari.

Bahkan, sebagian pengunjung sudah datang sejak pukul 02.00 WIB untuk mendapatkan lokasi terbaik menyaksikan festival.

Sebanyak 45 balon udara diterbangkan dalam puncak acara ini.

Balon-balon tersebut menampilkan beragam motif dan warna yang mencolok, menciptakan pemandangan unik di langit Wonosobo pada pagi hari.

Suasana semakin semarak saat balon mulai diterbangkan dengan sistem ditambatkan, sehingga tetap terkendali dan aman untuk disaksikan.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari tradisi yang kini berkembang menjadi penggerak ekonomi dan pariwisata daerah.

“Ini adalah dari tradisi. Kemudian berkembang menjadi penguatan ekonomi. Kemudian memperkuat pariwisata di Kabupaten Wonosobo,” ujarnya.

Baca juga: Viral Perempuan Tanpa Busana di Acara Dangdut Batang, Polisi: Diduga Gangguan Jiwa

Ia juga menyebut peningkatan jumlah titik pelaksanaan festival menjadi bukti tingginya minat masyarakat.

“Tahun ini kita laksanakan di 23 titik dan semua meriah,” katanya.

Menurutnya, festival balon udara kini telah menjadi ikon budaya sekaligus daya tarik wisata utama di Wonosobo.

“Balon sudah menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Wonosobo,” ucapnya.

Membludaknya pengunjung diperkirakan memberikan dampak ekonomi signifikan.

Bupati menyebut perputaran uang dalam festival ini berpotensi mencapai miliaran rupiah.

“Kalau melihat seperti ini, ini berapa ribu orang, pasti kalau dihitung ya miliaran rupiah, nanti kita lihat datanya dulu,” katanya.

Selain itu, destinasi wisata di berbagai titik di Wonosobo juga dilaporkan penuh oleh wisatawan selama festival berlangsung.

Pemerintah daerah terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk tidak lagi menerbangkan balon udara secara bebas. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan, terutama terkait lalu lintas udara.

“Kita kepingin di Kabupaten Wonosobo, zero balon udara yang dilepas bebas oleh masyarakat,” tegas Afif.

Festival ini menjadi solusi dengan menyediakan ruang bagi masyarakat untuk tetap melestarikan tradisi, namun dengan cara yang lebih aman melalui sistem tambat.

Baca juga: Melesat ke Peringkat 451 Dunia, FISIP Undip Kukuhkan Posisi Global di QS WUR 2026

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi dan keselamatan penerbangan.

“Kalau balon itu lepas masuk ke mesin pesawat, itu membahayakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat memahami risiko balon udara liar.

“Kita tetap menjaga tradisional kita tetapi tidak mengabaikan keselamatan,” katanya.

Selain menjadi atraksi budaya, festival ini juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

AirNav Indonesia menyatakan dukungannya terhadap pengembangan ekonomi lokal melalui kegiatan ini.

“Kita support sekali untuk perekonomian ke depan, UMKM di Wonosobo,” ujar Avirianto.

Sementara itu, Tusini, pengunjung asal Kebumen, mengaku datang bersama keluarga sejak subuh demi menyaksikan festival ini.

“Perasaan senang pasti ya, dari jam 4 berangkat sama keluarga, ekspektasi sesuai, balonnya indah,” ujarnya.

Ia menilai pengalaman yang didapat sebanding dengan usaha yang dilakukan untuk datang lebih awal.

Bahkan, ia berencana kembali menyaksikan festival serupa di tahun mendatang.

“Tahun depan lihat lagi,” katanya singkat.

Baca juga: Polres Wonosobo Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Puncak Festival Balon 2026, Sejumlah Jalan Dialihkan

Tidak hanya wisatawan domestik, festival ini juga menarik perhatian turis asing.

Anna, wisatawan asal Belanda, mengaku terkesan dengan keunikan dan keindahan balon udara tradisional Wonosobo.

“Terkait dengan festival ini sangat spesial, sangat cantik,” ujarnya dalam bahasa Inggris.

Menurut Anna, festival seperti ini tidak ditemukan di negaranya.

Ia mengaku terpukau warna-warni balon yang memenuhi langit sebagai daya tarik utama.

“Di negara saya tidak ada, ini sangat penuh warna,” katanya.

Ia juga mengaku belum mengetahui secara detail proses pembuatan balon tradisional tersebut, namun tetap menikmati pengalaman yang ada.

“Saya tidak tahu proses pembuatan balon tradisional ini tapi tetap indah, saya di sini dua hari,” ucapnya. (ima)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.