Kondisi Mayat yang Ditemukan di Freezer Kios Ayam Geprek
Desy Selviany March 29, 2026 01:50 PM

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra


TRIBUNBEKASI.COM, SERANG BARU - Kondisi mayat yang ditemukan di Freezer Kios Ayam Geprek di Serang Baru, Bekasi dalam kondisi sudah terbungkus kain dan plastik. 

Mayat yang ditemukan Sabtu (27/3/2026) dini hari itu juga sudah dalam kondisi membusuk di dalam freezer es.

Penemuan jasad ini pertama kali diketahui oleh pemilik gerai yang curiga dengan kondisi kios di Blok D 33 tersebut.

Saat diperiksa, pemilik kios menemukan sosok mayat di Freezer es dalam kondisi sudah membusuk dan terbungkus kain serta plastik.

Sehingga diduga kuat mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Penemuan mayat dalam freezer itu sontak menggegerkan warga di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Warga setempat, Ali, mengatakan, jenazah yang ditemukan pada Sabtu (28/3/2026) diketahui merupakan pegawai di kios tersebut. 

“Saya tahu sudah ramai sekitar pukul 13.00 WIB. Polisi kemudian membawa jenazah menggunakan kantong mayat,” kata Ali.

Ali menjelaskan, semasa hidupnya, yang bersangkutan dikenal dengan panggilan Pak Bedul. 

Hanya saja identitas lengkapnya belum diketahui, namun diperkirakan berusia sekira 45 tahun dan dikenal ramah serta mudah bergaul.

Baca juga: BREAKING NEWS: Sosok Mayat Ditemukan di Freezer Kios Ayam Geprek Bekasi

“Orangnya baik, sering berbincang dengan warga dan pedagang lain,” jelasnya.

Sementara warga lainnya, Elin, menuturkan, terakhir kali, ia melihat korban pada malam takbiran menjelang Idul Fitri. 

Saat itu, korban masih beraktivitas seperti biasa di depan kios.

“Terakhir saya lihat malam takbiran, masih di depan kios,” singkat Elin.

Sabtu malam sekira pukul 22.30 WIB, petugas kepolisian sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serra mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Selanjutnya jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.