SERAMBINEWS.COM, TANGERANG – Warga Pamulang dibuat resah setelah seorang pria berinisial IK tertangkap tangan menawarkan jasa seksual menggunakan secarik kertas yang berisi rincian tarif.
Aksi tersebut terjadi di area permukiman ramai di Jalan Cendana, Serua, sekitar pukul 19.30 WIB, saat seorang warga sedang membeli bakso.
Pria tersebut mendekati warga itu dan menyerahkan kertas yang berisi penawaran layanan seksual dengan tarif berbeda untuk pelajar, mahasiswa, hingga dewasa.
Perilaku IK memicu kemarahan warga.
Warga kemudian melacak keberadaan pelaku dan berhasil menghentikannya saat kembali ke lokasi.
Dari barang bawaan IK, ditemukan botol obat bertuliskan Telado, yang digunakan untuk pengobatan HIV.
“Pria ini dikembalikan ke warga setelah dimediasi. Kami juga membuat rekaman pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Kapolsek Pamulang, Galuh Febri Saputra.
Meski sempat diamankan oleh warga, IK akhirnya dilepaskan dan hanya ponselnya yang ditahan sementara.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk menunggu pengembalian ponsel yang berada di tangan seorang wanita di Serang, Banten.
Belum ada kepastian mengenai kondisi kesehatan pelaku, termasuk apakah ia mengidap HIV.
Polisi menegaskan pemeriksaan medis harus dilakukan oleh dokter yang berwenang.
Peristiwa ini menjadi viral setelah video amatir beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria berbaju kuning diamankan warga dan dimarahi seorang wanita karena aksi tak terpujinya.
Tarif layanan yang ditawarkan oleh pelaku tercatat berkisar Rp 20.000 hingga Rp 100.000.
Baca juga: Viral Warga Ramai-ramai Blokir Rel KA di Lampung, Begini Fakta Sebenarnya
Awal mula viral
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Cendana, Serua, Tangerang Selatan.
Awalnya, seorang warga tengah membeli bakso di lokasi tersebut.
Tiba-tiba, pria yang diduga pelaku menghampiri dan memberikan secarik kertas berisi penawaran layanan seksual dengan tarif berbeda untuk pelajar, mahasiswa, dan dewasa.
“Ada seseorang yang tidak dikenal tiba-tiba menghampiri warga itu sambil menawarkan dan memberikan lembaran kertas yang tertuju mengenai berhubungan seks dengan sesama jenis,” jelas Galuh.
Warga yang merasa resah kemudian melapor kepada keluarganya.
Mereka selanjutnya memancing pelaku untuk kembali ke lokasi.
Saat pelaku datang, warga langsung menegur dan menggeledah barang bawaannya.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sebuah botol obat bertuliskan Telado yang diketahui merupakan obat untuk pengobatan HIV.
Dimediasi Warga dan Dibuat Pernyataan
Dalam kondisi emosi, warga membawa pelaku ke rumah salah satu warga untuk diinterogasi.
Pelaku kemudian diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Dimediasi hingga dibuat video rekaman perjanjian agar si pelaku tidak berbuat aksi seperti itu di setiap wilayah mana pun,” kata Galuh.
Setelah itu, pelaku dilepaskan dan diminta kembali ke tempat tinggalnya.
Baca juga: VIDEO - Viral! Pemuda Ngamuk Kejar Mobil, Spion Dipukul hingga Kaca Depan Dilempar Batu
Polisi Lakukan Penelusuran
Polisi telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan masih menelusuri keberadaan pelaku.
Sejumlah barang bukti turut diamankan, antara lain kartu tanda penduduk (KTP) pelaku dan botol obat.
Sementara itu, ponsel pelaku disebut masih dipegang oleh seorang wanita yang terekam dalam video viral.
“Wanita itu telah mengamankan ponsel pelaku, tetapi setelah crosscheck, wanita ini masih di Serang, Banten, dan belum kembali. Jadi kami menunggu sekitar minggu depan sambil melanjutkan penyelidikan,” ujar Galuh.
Terkait kondisi kesehatan pelaku, polisi belum dapat memastikan apakah yang bersangkutan mengidap HIV.
“Untuk pria itu belum diketahui karena yang bisa mengecek itu adalah dokter. Jadi belum ketahuan itu benar atau asumsi,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi viral setelah video amatir beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria berbaju kuning diamankan warga.
Video itu juga menampilkan seorang wanita yang memarahi pelaku serta meminta kartu identitas dan ponselnya.
Disebutkan, pelaku menawarkan jasa dengan tarif berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 100.000 melalui secarik kertas.
Baca juga: Fakta Pembunuhan Maria Staf Bawaslu OKU Selatan oleh Kekasihnya, Leher Digorok, Polisi Ungkap Motif
Baca juga: Santri LPQ Al Alif Malikussaleh Raih Juara 2 Qiraatul Kutub di MTQ Simpang Keuramat