Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu berencana akan menggelar Karnaval Batik Internasional bertema “Bengkulu Berbatik: Warna Warisan, Gerak Peradaban” pada 18 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-307 Kota Bengkulu yang sebelumnya ditunda karena bertepatan dengan bulan Ramadan.
Karnaval tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 22.30 WIB, dengan titik start dan finish di Bundaran Fatmawati Bengkulu.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, menjelaskan pelaksanaan kegiatan pada April ini.
Menurutnya, momentum ini dimanfaatkan untuk menghadirkan perayaan budaya yang lebih semarak sekaligus menjadi ruang promosi bagi batik khas Bengkulu.
“Kegiatan ini insyaallah kita laksanakan pada April. Ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan batik Bengkulu lebih luas,” ujarnya ke TribunBengkulu.com, Minggu (29/3/2026).
Parade Budaya dan Kreasi Batik
Rangkaian acara akan diawali dengan penampilan musik instrumental bernuansa etnik Bengkulu yang dipadukan dengan tari sambut khas daerah, yakni Tari Dol.
Selanjutnya, parade karnaval akan dimulai dari Bundaran Fatmawati, melintasi Belungguk Point menuju Simpang Sekip, kemudian berputar kembali dan finis di titik awal.
Dalam parade tersebut, para peserta akan menampilkan beragam kreasi busana batik yang memadukan nilai tradisi dengan sentuhan inovasi.
Selain sebagai pertunjukan budaya, kegiatan ini juga dikemas dalam bentuk perlombaan dengan beberapa kategori, di antaranya kostum terbaik, defile terbaik, kreativitas batik, serta favorit penonton.
Dorong Promosi dan Edukasi Budaya
Nina menegaskan, karnaval ini tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan promosi budaya.
“Melalui karnaval ini, kami ingin menunjukkan bahwa batik Bengkulu memiliki nilai seni tinggi dan mampu menjadi bagian dari peradaban modern tanpa meninggalkan akar tradisinya,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut meramaikan kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.
“Kami mengundang seluruh masyarakat Bengkulu untuk hadir dan menjadi bagian dari perayaan budaya ini. Semakin banyak yang terlibat, semakin kuat pesan bahwa batik adalah identitas yang harus kita jaga bersama,” tutupnya.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini