- Ratusan orang bergabung dalam aksi unjuk rasa di Seoul, Korea Selatan pada Sabtu (28/3/2026).
Mereka mendesak pemerintah untuk mengakhiri kerja sama dengan Amerika Serikat (AS) serta menolak potensi pengiriman kapal perang ke Selat Hormuz.
Dalam aksinya, massa membentangkan poster berisi kecaman terhadap AS yang menyerang Iran pada akhir Februari 2026.
Mereka menuduh Pentagon telah membunuh warga sipil dan anak-anak tak berdosa.
Warga percaya satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik adalah menghentikan serangan.
"Saya menentang perang agresi Amerika Serikat. Anak-anak dan warga sipil Iran dibunuh, dan saya percaya perang ini harus dihentikan sesegera mungkin," kata Beom Joon Jeon, seorang demonstran.
Ada juga demonstran yang menyalahkan Presiden AS Donald Trump atas kekacauan dunia saat ini.
Ia menyoroti rencana pengerahan pasukan ke Iran untuk melancarkan perang darat.
Warga tak ingin Korea Selatan terlibat skenario semacam ini.
"Ekonomi global sedang kacau karena Trump, dan sekarang isu pengerahan pasukan juga diangkat," tambah demonstran lainnya, Suk Su Guu.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump secara eksplisit meminta Korea Selatan mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.
Tujuanya untuk membantu mengamankan jalur pengiriman minyak yang terganggu akibat perang Iran.
Sebagai tanggapan, Korea Selatan mengumumkan bahwa mereka sedang meninjau permintaan tersebut.
Para pejabat mengakui pentingnya strategis selat tersebut di tengah keterbatasan domestik yang dihadapi.
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Nur Rohman Urip
Uploader: bagus gema praditiya sukirman