Sosok Hestini Andriani Putri Ncaung : Profesi Guru Bukan Sekadar Pilihan Tapi Panggilan Hidup
Edi Hayong March 29, 2026 02:19 PM

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Di tengah beragam pilihan profesi yang menjanjikan, Hestini Andriani Putri Ncaung, S.Pd.Gr, justru mantap menapaki jalan pengabdian sebagai seorang guru. 

Perempuan kelahiran Kupang, 14 Desember 2000 ini meyakini bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan generasi muda. 

Putri berdarah campuran Manggarai dan Rote ini dikenal dengan pembawaan ramah serta senyum hangat yang senantiasa menghiasi kesehariannya.

Hestini adalah anak kedua dari enam bersaudara, buah hati pasangan Hendrikus Ncaung dan Maria Selly. Ia tumbuh dalam keluarga pendidik, di mana kedua orang tuanya juga berprofesi sebagai guru. 

Baca juga: Sosok Joana Luruk Bria, dari Ladang Menuju Pelayanan Iman Generasi Muda

Lingkungan tersebut membentuk karakter dan menumbuhkan kecintaannya terhadap dunia pendidikan sejak dini. 

Nilai keteladanan, kedisiplinan, dan semangat pengabdian telah tertanam kuat, menjadikan profesi guru bukan sekadar pilihan, melainkan panggilan hidup.

Putri tunggal dari enam saudara itu kini masiH bersama orangtuanya menetap Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, dan kini ia mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di SMA Negeri 6 Kota Kupang. 

Hestini merupakan alumnus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Matematika, Universitas Nusa Cendana (Undana). 

Baca juga: Sosok Damaris Rihi :ASN PPPK yang Tetap Menjaga Panggilan Jiwa Sebagai Guru

Baginya, matematika bukan sekadar angka, melainkan sarana melatih logika, ketelitian, serta pola pikir yang sistematis.

Keputusan menjadi guru lahir dari panggilan hati yang diperkuat oleh latar belakang keluarga. 

Sejak masa studi, ia telah berkomitmen untuk melanjutkan jejak pengabdian orang tuanya di dunia pendidikan. Ia memandang profesi guru sebagai ruang untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berintegritas.

“Menjadi guru adalah kesempatan untuk memberi dampak nyata. Saya ingin membantu siswa memahami bahwa belajar bukan beban, melainkan proses bertumbuh,” ujarnya.

Di luar perannya sebagai pendidik, Hestini juga aktif dalam kehidupan menggereja. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan Orang Muda Katolik (OMK) serta kerap ambil bagian dalam pelayanan koor di sejumlah komunitas di Kota Kupang. 

Baca juga: Sosok Sherly da Costa, Ilmuwan Muda Asal NTT yang Mendunia Layaknya Albert Einstein di Jerman

Bagi Hestini, pelayanan di gereja merupakan bagian penting dari panggilan hidup untuk berbagi talenta sekaligus memperkuat iman.

Hobi menyanyi yang dimilikinya pun menjadi sarana kontribusi dalam pelayanan liturgi. Melalui suara dan keterlibatannya, ia turut menghidupkan suasana ibadah serta mempererat kebersamaan umat.

Dalam menjalani kehidupannya, Hestini memegang teguh moto: “Belajar tanpa henti, melayani dengan hati, dan menjadi berkat bagi sesama.” 

Prinsip tersebut menjadi kompas dalam setiap langkahnya, baik dalam dunia pendidikan maupun pelayanan.

Dengan semangat muda, dedikasi, serta latar belakang keluarga pendidik yang kuat, Hestini tampil sebagai representasi guru masa kini, tidak hanya meneruskan jejak, tetapi juga menghadirkan semangat baru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.