TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Aktivitas arus balik di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kembali mengalami peningkatan pasca berakhirnya kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Meski demikian, jumlah pergerakan penumpang masih tercatat lebih rendah dibandingkan puncak arus balik Lebaran.
Pantauan TribunPadang.com di lokasi sekira pukul 11.30 WIB, tampak pintu kedatangan dipadati calon penumpang serta pihak keluarga yang akan mengantar sanak saudaranya.
Selain itu, pada bagian loket check in juga tampak antrian calon penumpang pun mengular hingga melewati tali pembatas.
Sementara itu, pada bagian pintu kedatangan tidak tampak kepadatan penumpang yang baru saja mendarat. Begitupun dari arah pintu kedatangan international dan Stasiun Kereta Api BIM.
Baca juga: BMKG Padang Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Sumbar, Nelayan Harus Waspada
Airport Operation Center Head InJourney Airports Kantor Cabang BIM, Nazal Rauf, mengungkapkan, pada Sabtu (28/3/2026) tercatat sebanyak 11.584 penumpang dengan total 73 pergerakan penerbangan.
“Arus balik setelah WFA memang meningkat, namun masih lebih rendah dibandingkan arus balik H+1 Lebaran yang mencapai 12.498 penumpang,” ujar Nazal Rauf, Minggu (29/3/2026).
Ia merinci, pada arus balik H+1 Lebaran atau 23 Maret 2026 terdapat 72 penerbangan dengan 12.498 penumpang. Sementara pada H+2 Lebaran, jumlahnya mencapai 12.006 penumpang dengan 74 pergerakan penerbangan.
Menurutnya, lonjakan arus balik usai WFA dipengaruhi oleh masih banyaknya masyarakat yang menunda perjalanan kembali, menunggu kebijakan tersebut berakhir.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak bandara bersama maskapai turut menambah penerbangan tambahan (extra flight).
Baca juga: Peringkat Pelayanan Publik Sumbar Urutan 29 Nasional, Tertinggal dari Sejumlah Provinsi Tetangga
Tercatat, terdapat 13 penerbangan tambahan dalam dua hari terakhir, terdiri dari 7 penerbangan kedatangan dan 6 penerbangan keberangkatan.
“Penambahan extra flight ini dilakukan untuk mengakomodir tingginya permintaan penumpang pada periode arus balik,” jelasnya.
Dari sisi rute, pergerakan penumpang didominasi tujuan Jakarta. Sebanyak 4.255 penumpang atau sekitar 70 persen dari total penumpang berangkat memilih rute tersebut.
Sementara sisanya menuju sejumlah kota lain seperti Kuala Lumpur, Batam, Yogyakarta, Kualanamu, Singapura, hingga Gunung Sitoli.
Nazal juga memprediksi kepadatan penumpang masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Hal ini terlihat dari tingkat keterisian kursi (load factor) penerbangan yang mencapai 97 persen.
“Dengan load factor yang tinggi, kemungkinan peningkatan pergerakan penumpang masih akan terjadi setelah periode puncak arus balik ini,” tuturnya.(*)