SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Ribuan hingga jutaan orang di seluruh Amerika Serikat turun ke jalan pada Sabtu (28/3/2026) dalam demonstrasi nasional bertajuk “No Kings” untuk memprotes kebijakan dan gaya kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Menurut penyelenggara, aksi ini diadakan di lebih dari 3.300 lokasi di 50 negara bagian, dari kota besar hingga kota kecil, dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai 8 juta orang.
Demonstrasi ini menjadi gerakan akar rumput ketiga dalam setahun terakhir, mengekspresikan oposisi publik terhadap kebijakan Trump yang dianggap otoriter dan keterlibatan militer AS di Iran.
Di New York, puluhan ribu demonstran berkumpul, termasuk aktor peraih Oscar Robert De Niro, yang dikenal sebagai kritikus Trump.
Di Washington, ribuan peserta membawa spanduk bertuliskan “Trump Harus Mundur Sekarang!” dan “Lawan Fasisme” di National Mall.
Warga di Michigan dan Alaska juga ikut protes, meski menghadapi suhu di bawah nol.
Beberapa demonstran menilai Trump telah menyeret AS ke dalam perang dan merusak konstitusi.
Veteran militer Marc McCaughey mengatakan kepada AFP, “Tidak ada negara yang dapat memerintah tanpa persetujuan rakyat… Keadaan tidak normal. Keadaan tidak baik-baik saja.”
Sentimen anti-Trump juga muncul di luar AS, dengan aksi protes serupa di Amsterdam, Madrid, dan Roma, di mana sekitar 20.000 orang berbaris di bawah pengawasan ketat polisi.
Baca juga: Italia Dihantam Ketegangan: Teror Bom Palsu, Demo Anti Piala Amerika, hingga Dubes Iran Dipanggil
Gerakan “No Kings” pertama kali digelar pada Juni 2025, bertepatan dengan ulang tahun Trump yang ke-79 dan parade militer yang diselenggarakannya.
Aksi kedua berlangsung pada Oktober lalu dengan sekitar tujuh juta peserta.
Para penentang menyoroti kebiasaan Trump memerintah melalui dekrit eksekutif, penggunaan Departemen Kehakiman terhadap lawan politik, obsesi terhadap bahan bakar fosil, dan penyangkalan perubahan iklim.
Naveed Shah dari asosiasi veteran Common Defense, yang terlibat dalam gerakan “No Kings”, menyatakan, “Di dalam negeri, kami telah menyaksikan warga sipil dibunuh di jalanan oleh pasukan militer… Semua itu dilakukan atas nama satu orang yang mencoba memerintah seperti seorang raja.”
Di Minnesota, titik fokus nasional, puluhan ribu orang berkumpul di Minneapolis dan St Paul.
Politisi sayap kiri Bernie Sanders berpidato menentang Trump, sementara musisi Bruce Springsteen membawakan lagu protes yang ia tulis untuk mengenang Renee Good dan Alex Pretti, warga yang tewas ditembak agen federal.
Tingkat popularitas Trump saat ini dilaporkan turun di bawah 40 persen, dengan pemilihan paruh waktu November mendatang berpotensi mengubah kendali Kongres bagi Partai Republik.