Angin Puting Beliung Terjang Ciamis, Puluhan Rimah Rusak
ferri amiril March 29, 2026 03:03 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Bencana angin kencang yang diduga merupakan angin puting beliung melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis pada Sabtu (28/3/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB. 

Peristiwa ini menyebabkan kerusakan rumah warga di beberapa desa dan kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani menjelaskan, angin kencang awalnya terjadi dengan intensitas tinggi, kemudian disertai hujan. 

Bahkan, terdapat pusaran angin diduga angin puting beliung di salah satu titik kejadian di wilayah Pasirlawang, Kecamatan Purwadadi.

“Angin kencang terjadi terlebih dahulu, kemudian disusul hujan. Di Pasirlawang terlihat ada pusaran, sehingga diduga merupakan angin puting beliung,” ujar Ani saat ditemui di lokasi bencana, Minggu (29/3/2026).

Baca juga: Arus Balik Lebaran di Ciamis Mulai Melandai, Volume Kendaraan Turun 18 Persen

Berdasarkan data sementara, jumlah rumah terdampak tersebar di beberapa desa di Kecamatan Purwadadi diantaranya Desa Bantardawa sebanyak 32 rumah, Pasirlawang 34 rumah, Purwajaya 12 rumah, dan Sidarahayu 15 rumah. 

Selain itu, dampak bencana juga dilaporkan terjadi di kecamatan lain seperti Cisaga, Tambaksari, Rancah, Panawangan, dan Panumbangan.

“Untuk wilayah Kecamatan Purwadadi saja totalnya mendekati hampir 100 rumah terdampak,” katanya.

Ani memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, jumlah warga terdampak masih dalam proses pendataan oleh petugas gabungan.

“Tidak ada korban jiwa. Untuk jumlah jiwa terdampak masih dalam pendataan hari ini, dan nantinya akan dirilis secara resmi,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses asesmen sempat terkendala pada malam hari karena kondisi gelap akibat pemadaman listrik. 

Pendataan dan penanganan baru bisa dilakukan secara maksimal pada Minggu pagi dengan melibatkan unsur TNI, Polri, relawan, dan Baznas.

“Kami mulai penanganan sejak pukul 07.00 WIB dengan langsung turun ke lokasi bersama tim gabungan,” ungkapnya.

Sementara itu, titik kerusakan terparah dilaporkan berada di Dusun Bantardawa, Desa Bantardawa. 

Saat ini, rumah-rumah yang mengalami kerusakan sedang dalam proses pendataan lebih lanjut menggunakan aplikasi Jitupasna oleh bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

Untuk penanganan darurat, BPBD telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. 

Para korban juga telah diungsikan secara mandiri ke rumah kerabat atau saudara terdekat, tanpa mendirikan pos pengungsian terpusat.

Di sisi lain, Camat Purwadadi, Woro Sri Hastuti menyampaikan bahwa pihak kecamatan bersama pemerintah desa terus melakukan pendataan dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Kami mengarahkan warga untuk sementara mengungsi ke rumah saudara demi keamanan, mengingat masih ada potensi angin kencang susulan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh data kerusakan dan kerugian akan dihimpun melalui satu pintu oleh BPBD sebagai dasar penentuan bantuan.

“Pendataan sedang dilakukan bersama BPBD. Nanti seluruh data akan terpusat dan menjadi dasar kebijakan bantuan dari pemerintah,” katanya.


Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.