Kesan Pertama Wisatawan Manado di Destinasi Hiu Paus Gorontalo, Wulan dan Senny Terpukau
Fadri Kidjab March 29, 2026 03:39 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pesona objek wisata hiu paus di perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, sukses menyihir para pelancong, termasuk wisatawan asal Manado.

Wulan Tuwera, warga Manado, Sulawesi Utara, datang bersama rekan-rekannya untuk membuktikan keindahan hiu paus yang selama ini ia lihat di layar ponsel.

“Wisatanya mantap sekali, karena baru pertama kali ke sini juga,” ujar Wulan kepada TribunGorontalo.com, Minggu (29/3/2026).

“Intinya dipertahankan kebersihannya, Hiu Paus-nya dilestarikan,” tambahnya.

Selain takjub dengan keberadaan hiu paus bernama "Sherly", Wulan memberikan pujian setinggi langit terhadap kebersihan lingkungan di Botubarani.

Ia merasa terkesan karena meskipun ribuan orang berkunjung, area pesisir tetap terlihat asri dan bebas dari tumpukan sampah plastik yang mengganggu.

Pendapat serupa dilontarkan Senny yang juga berasal dari Manado. Senny merasa pengalaman libur Lebarannya kali ini jauh lebih bermakna setelah melihat hiu paus.

“Kesan pertama sangat bagus, mengagumkan hiu-hiu yang ada di pantai Botubarani ini," ungkap Senny.

Destinasi yang terletak di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone ini, kembali mengukuhkan posisinya sebagai primadona utama pariwisata Sulawesi di tahun ini.

Lonjakan pengunjung mulai terlihat sangat signifikan seiring dengan masuknya masa cuti bersama Idulfitri yang membawa berkah bagi warga lokal.

WISATA GORONTALO -- Suasana wisata Hiu Paus Botubarani di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo ramai dikunjungi wisatawan selama libur Lebaran 2026, Minggu (29/3/2026). Dalam periode 18–29 Maret, kunjungan di salah satu pangkalan tercatat sekitar 900 orang, didominasi wisatawan lokal hingga mancanegara.
WISATA GORONTALO -- Suasana wisata Hiu Paus Botubarani di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo ramai dikunjungi wisatawan selama libur Lebaran 2026, Minggu (29/3/2026). Dalam periode 18–29 Maret, kunjungan di salah satu pangkalan tercatat sekitar 900 orang, didominasi wisatawan lokal hingga mancanegara. (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, ratusan orang tampak memadati area pesisir sejak matahari baru saja terbit di ufuk timur.

Mereka datang berkelompok, membawa keluarga serta kerabat jauh, hanya demi mencicipi pengalaman langka melihat hiu paus dari jarak dekat.

Ketua Pangkalan Hiu Paus Botubarani, Ismon Harun, memberikan gambaran mendalam mengenai statistik kunjungan yang terjadi selama periode emas ini.

Ia mengungkapkan bahwa penghitungan dilakukan secara teliti untuk memantau arus keluar-masuk wisatawan yang melalui pintu pangkalan resmi.

Angka kunjungan yang cukup fantastis ini tercatat dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni sejak tanggal 18 Maret hingga 29 Maret 2026.

"Selama periode libur tersebut, arus kedatangan wisatawan tidak pernah putus setiap harinya," ujar Ismon saat ditemui di lokasi, Minggu (29/3/2026).

Potensi ekonomi yang besar dari sektor bahari ini terlihat dari antusiasme pengunjung yang rela mengantre demi mendapatkan giliran naik ke perahu kayu.

Meskipun kawasan terlihat sangat padat oleh aktivitas manusia, Ismon memberikan klarifikasi mengenai jumlah total kunjungan di pangkalannya.

Ia menyebutkan bahwa angka tersebut berada di kisaran 900-an orang, sebuah angka yang menunjukkan gairah wisata yang stabil namun terkendali.

“Jumlah kunjungan tidak lebih dari 1.000, angkanya berada di sekitar 900-an,” ungkap Ismon.

Namun, Ismon menekankan bahwa angka tersebut merupakan data parsial yang hanya diambil dari satu titik pangkalan yang ia kelola.

Data tersebut belum mencakup keseluruhan wisatawan yang masuk melalui pangkalan-pangkalan lain yang tersebar di sepanjang pesisir Botubarani.

Sebagaimana diketahui, terdapat dua pangkalan utama yang berbagi peran dalam melayani ribuan pasang mata yang datang silih berganti setiap jamnya.

Ismon menjelaskan bahwa mayoritas memang masih didominasi oleh warga lokal Gorontalo yang ingin mengisi waktu libur.

Baca juga: 900 Wisatawan Kunjungi Destinasi Hiu Paus Gorontalo saat Libur Lebaran 2026, Ada Turis Mancanegara

Komitmen Pengelola dalam Menjaga Standar Layanan

Objek wisata Hiu Paus di Desa Botubarani
WISATA HIU PAUS -- Objek wisata Hiu Paus di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango. Kebersihan pantai dipuji wisatawan. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Meski didominasi warga lokal, daya tarik "hiu jinak" ini nyatanya telah merambah hingga ke telinga para pelancong mancanegara yang turut hadir.

Beberapa negara Eropa tercatat rutin mengirimkan warganya untuk merasakan sensasi berenang atau sekadar memberi makan hiu paus di sini.

Ismon menyebutkan nama-nama negara seperti Belanda, Jerman, hingga Perancis sebagai penyumbang turis asing terbanyak dalam beberapa pekan terakhir.

Kehadiran turis internasional ini menuntut pihak pengelola untuk tetap menjaga integritas layanan dan kenyamanan fasilitas di area pangkalan. Salah satu kebijakan yang paling diapresiasi adalah keputusan pengelola untuk tidak menaikkan tarif sewa fasilitas meskipun permintaan melonjak tajam.

Ismon menegaskan bahwa harga sewa perahu dan pakan tetap stabil demi menjaga kepercayaan dan kenyamanan finansial para wisatawan.

Kebijakan ini diambil agar wisata hiu paus tetap inklusif dan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat tanpa merasa terbebani biaya tambahan. Hingga penghujung bulan Maret, Ismon mengaku sangat bersyukur karena belum menerima keluhan atau komplain yang berarti dari para pengunjung.

"Sejauh ini kami belum menerima komplain terkait pelayanan maupun fasilitas yang tersedia bagi wisatawan di sini," tuturnya dengan wajah ceria.

Kendati demikian, pihak pengelola tetap memiliki visi ke depan untuk melakukan pengembangan fasilitas demi kenyamanan yang lebih maksimal.

Salah satu rencana prioritas adalah pemasangan kanopi atau atap pelindung di sepanjang lorong masuk menuju dermaga pangkalan. Langkah ini dianggap krusial untuk melindungi wisatawan dari sengatan matahari maupun guyuran hujan saat mengantre giliran naik perahu. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.