BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rina Tarol menegaskan ambisi besar Partai Golkar Kabupaten Bangka Selatan untuk kembali merebut kekuasaan politik daerah. Pernyataan itu disampaikan usai dirinya terpilih sebagai Ketua DPD II periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI yang digelar di Hotel Grand Marina Toboali, Minggu (29/3/2026).
Kepemimpinan baru ini langsung diarahkan pada target strategis, yakni memenangkan kursi bupati serta memperkuat posisi di DPRD Kabupaten Bangka Selatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan kejayaan Golkar setelah mengalami penurunan perolehan kursi legislatif pada periode sebelumnya.
Rina menegaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat struktur partai hingga ke tingkat desa. Ia menilai soliditas organisasi menjadi pondasi utama dalam memenangkan pertarungan politik di tingkat lokal. Tanpa struktur yang kuat dan aktif, mustahil partai dapat meraih kepercayaan masyarakat secara luas. Begitu tanpa struktur yang solid tidak mungkin partai bisa menjadi besar.
“Jadi pertama yang akan kami lakukan membenahi struktur-struktur partai sampai ke desa-desa. Baik tingkat kecamatan maupun di struktur DPD II-nya,” kata Rina Tarol kepada Bangkapos.com, Minggu (29/3/2026).
Rina Tarol juga menegaskan bahwa Golkar Bangka Selatan akan fokus menatap masa depan, bukan terjebak pada kegagalan masa lalu. Ia menyebut seluruh kader harus memiliki semangat baru untuk mengembalikan eksistensi partai di tengah masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih terarah, ia optimistis Golkar dapat kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan.
Rina menekankan pentingnya orientasi kerja partai yang berfokus pada kepentingan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik hanya bisa diraih jika kader benar-benar hadir dan bekerja untuk rakyat. Dalam situasi global yang tidak menentu, menurutnya partai harus lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai sektor.
“Kita bicara masa depan bagaimana Partai Golkar bisa lagi eksis, bisa lebih besar dan tidak menjadi partai buruk di Kabupaten Bangka Selatan,” tegas Rina Tarol.
Untuk menghadapi pemilu mendatang, Rina Tarol menargetkan seluruh daerah pemilihan di Kabupaten Bangka Selatan memiliki keterwakilan dari Partai Golkar. Ia juga menegaskan ambisi partai untuk merebut kursi pimpinan di DPRD sebagai langkah strategis memperkuat posisi politik. Menurutnya, kerja kolektif dan disiplin organisasi menjadi kunci dalam mencapai target tersebut.
Tidak hanya di legislatif, Rina Tarol juga memastikan Golkar akan serius menyiapkan kader untuk bertarung dalam pemilihan kepala daerah. Ia menegaskan bahwa persiapan kandidat tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai sejak sekarang. Partai akan melakukan seleksi dan pembinaan terhadap kader potensial yang dinilai mampu bersaing di level eksekutif.
“Minimal semua dapil harus ada keterwakilan dan kami wajib merebut pimpinan di legislatif. Kami akan siapkan kader potensial dari sekarang untuk merebut kursi bupati,” sebutnya.
Rina juga menyoroti pentingnya merangkul generasi muda, khususnya kalangan Gen Z, sebagai basis pemilih strategis. Ia berencana menggandeng mahasiswa dan aktivis untuk bergabung dalam Partai Golkar. Dominasi pemilih muda menjadi faktor penting dalam menentukan kemenangan politik ke depan. Jika tidak bertarung di Gen Z, maka Partai Golkar akan ditinggalkan oleh mereka.
Terkait posisi politik Golkar ke depan, Rina menyatakan masih akan berkoordinasi dengan DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia menegaskan keputusan strategis, termasuk kemungkinan berada di posisi oposisi, akan ditentukan melalui arahan pimpinan provinsi. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga keselarasan langkah politik partai.
“Kita akan koordinasi dengan Ketua DPD 1. Apa perintah dan saran beliau. Setelah ada arahan beliau akan diputuskan kami berada sebagai oposisi atau tidak,” ucap Rina. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)