Aksi Nekat Pria Tawarkan Jasa Tak Senonoh Picu Emosi Warga, Begini Nasibnya
Tommy Kurniawan March 29, 2026 04:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Seorang pria berinisial IK memicu kemarahan warga setelah kedapatan menyebarkan penawaran jasa seksual secara terang-terangan di kawasan permukiman Pamulang.

Aksi tersebut dilakukan dengan membagikan secarik kertas berisi rincian tarif kepada warga yang ditemuinya di sekitar lokasi.

Kejadian ini langsung menimbulkan keresahan karena berlangsung di lingkungan yang padat aktivitas masyarakat.

Warga yang mengetahui peristiwa itu pun bereaksi cepat dan berupaya menelusuri keberadaan pelaku.

Tak berselang lama, pria tersebut berhasil diamankan setelah aksinya terbongkar.

Suasana di lokasi sempat memanas lantaran emosi sejumlah warga yang merasa terganggu dengan perbuatan pelaku.

Kasus ini pun menjadi perhatian karena dinilai melanggar norma sosial dan meresahkan lingkungan sekitar.

Saat ini, peristiwa tersebut telah masuk dalam penanganan aparat untuk ditindaklanjuti.

Baca juga: Pastikan Arus Balik Lancar, Bupati Anwar Sadat Tinjau Pelabuhan Roro

Diketahui, aksi tidak pantas itu sempat viral di media sosial setelah rekaman kejadian beredar luas.

Pria berinisial IK diduga menawarkan jasa seksual dengan menggunakan kertas di wilayah Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan.

Setelah sempat diamankan warga pada Kamis (26/3/2026) malam, pelaku akhirnya dilepaskan.

Kapolsek Pamulang, Galuh Febri Saputra, menjelaskan bahwa pria tersebut tidak diproses lebih lanjut oleh warga.

Ia menyebutkan, pelaku hanya diamankan sementara sebelum akhirnya dipulangkan.

“Pria dalam video itu akhirnya dilepaskan, hanya ponselnya yang sempat diamankan warga,” ujar Galuh saat dikonfirmasi.

Peristiwa bermula sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Cendana, kawasan Serua, Tangerang Selatan.

Saat itu, seorang warga tengah membeli bakso di lokasi tersebut.

Tanpa diduga, pelaku menghampiri dan menyerahkan secarik kertas berisi penawaran layanan seksual dengan variasi tarif untuk pelajar, mahasiswa, hingga orang dewasa.

Menurut Galuh, pelaku secara langsung menawarkan layanan tersebut kepada warga yang tidak dikenalnya.

Merasa terganggu, warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada keluarga.

Selanjutnya, mereka berinisiatif memancing pelaku agar kembali ke lokasi.

Begitu pelaku datang, warga langsung menegur dan memeriksa barang bawaannya.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sebuah botol obat bertuliskan Telado yang diketahui berkaitan dengan pengobatan HIV.

Dalam kondisi emosi, warga membawa pelaku ke salah satu rumah untuk dimintai keterangan.

Di sana, pelaku diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Prosesnya dimediasi, bahkan dibuat rekaman video sebagai bentuk perjanjian agar pelaku tidak mengulangi aksi serupa,” kata Galuh.

Setelah proses tersebut selesai, pelaku kemudian dilepaskan dan diminta kembali ke tempat tinggalnya.

Di sisi lain, pihak kepolisian telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan masih menelusuri keberadaan pelaku.

Beberapa barang bukti turut diamankan, termasuk kartu identitas dan botol obat yang ditemukan saat pemeriksaan.

Sementara itu, ponsel milik pelaku disebut masih berada di tangan seorang wanita yang terekam dalam video viral.

Menurut keterangan polisi, wanita tersebut saat ini berada di wilayah Serang, Banten, sehingga proses pengambilan barang bukti masih menunggu kepulangannya.

“Kami masih menunggu yang bersangkutan kembali sambil melanjutkan penyelidikan,” ujar Galuh.

Terkait kondisi kesehatan pelaku, polisi belum dapat memastikan apakah yang bersangkutan mengidap HIV.

Hal tersebut, kata Galuh, hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan medis oleh tenaga profesional.

Peristiwa ini semakin ramai diperbincangkan setelah video amatirnya tersebar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, tampak seorang pria mengenakan baju kuning diamankan oleh warga.

Video itu juga memperlihatkan seorang wanita yang memarahi pelaku sambil meminta kartu identitas dan ponselnya.

Dari informasi yang beredar, pelaku menawarkan jasa dengan tarif berkisar antara Rp20.000 hingga Rp100.000 melalui secarik kertas yang dibagikannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.