Menilik Tradisi Bakdan Sapi di Boyolali, Tradisi Turun-Temurun Saat Lebaran Ketupat di Desa Sruni
Rifatun Nadhiroh March 29, 2026 04:30 PM

 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Di lereng Gunung Merapi, di sebuah desa bernama Sruni, kehidupan berjalan selaras antara manusia, alam, dan ternak yang mereka rawat.

Di tempat ini, Idul Fitri tidak hanya dirayakan dengan silaturahmi antarwarga, tetapi juga melalui sebuah tradisi yang sarat makna: Bakdan Sapi.

Bakdan Sapi merupakan perayaan yang hadir seiring dengan Lebaran Ketupat, ketika suasana Syawal masih hangat oleh kebersamaan.

Pada momen ini, warga desa yang sebagian besar menggantungkan hidup pada ternak sapi, khususnya sapi perah, mengajak hewan-hewan mereka menjadi bagian dari perayaan.

Sejak pagi, aktivitas dimulai dengan tradisi kupatan.

Baca juga: Pesan Menyentuh Ibunda Dony Tri Pamungkas di Boyolali: Jangan Merasa Puas Diri, Buktikan Kemampuanmu

Setelah itu, sapi-sapi dimandikan dengan penuh perhatian, diberi wewangian, dan dihias dengan kalung ketupat.

Perawatan ini bukan sekadar persiapan seremonial, melainkan bentuk kasih sayang dan penghormatan terhadap ternak yang menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.

Kemudian, sapi-sapi tersebut diarak menyusuri jalan desa.

Kirab ini menghadirkan pemandangan yang khas: ratusan sapi berjalan berdampingan, ditemani para pemiliknya, menyatu dalam irama kebersamaan.

Di sepanjang perjalanan, warga saling bertegur sapa, berbagi cerita, dan mempererat hubungan yang telah terjalin turun-temurun.

Lebih dari sekadar tradisi, Bakdan Sapi menjadi simbol harmoni.

Ia mencerminkan keterikatan yang kuat antara manusia dan alam, antara petani dan ternaknya. 

Dalam kebersamaan itu, tersimpan harapan akan keberkahan bahwa sapi-sapi yang dirawat dengan penuh kasih akan memberikan hasil terbaik, dan kehidupan warga pun ikut sejahtera.

Tradisi ini juga menjadi ruang belajar dan berbagi.

Baca juga: Solo Safari Hadirkan Kisah Joko Tingkir, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani:Jadi Daya Tarik Wisata

Warga saling bertukar pengalaman tentang cara merawat ternak, memperkuat pengetahuan kolektif yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Di sisi lain, Bakdan Sapi menjaga identitas desa tetap hidup, mengingatkan bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong adalah fondasi utama kehidupan warga desa setempat.

Melalui acara ini, warga juga dapat bersilaturahmi, saling berkenalan, dan saling belajar tentang cara merawat ternak sapi.

Semua itu akan berujung pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Desa Sruni.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.