Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Legi Ponorogo, Minggu (29/3/2026) pasca Lebaran.
Dalam sidak itu, Gubernur Khofifah mengecek harga serta ketersediaan atau stok barang pokok dan penting (bapokting) di pasar terbesar di Ponorogo ini.
Gubernur Khofifah tak sendiri. Didampingi oleh Plt Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita. Terlihat mereka pertama mendatangi lapak penjual pisang.
Kemudian ke penjual daging ayam. Diketahui daging ayam sempat naik ugal-ugalan saat Idul Fitri 2026.
Baca juga: Antusias Ribuan Warga Ponorogo Saksikan 44 Balon Udara Raksasa Hiasi Reog Balon Carnival 2026
“Pripun bu, regine daging ayam pinten niki (bagaimana bu, harga daging ayam berapa ini?),” tanya Gubernur Khofifah kepada pedagang daging ayam.
Dari obrolan ringan itu terkuak bahwa harga bahan pangan dan kebutuhan penting (bapokting) di Pasar Legi Ponorogo mulai mengalami penurunan.
Bahkan beberapa dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Seperti beras SPHP yang didistribusi oleh Bulog Ponorogo. Pun Minyakita juga didistribusi oleh Bulog Ponorogo.
Minyakita yang HET Rp 15.700 per liter dijual Rp 15.500 per liter. Kemudian Beras SPHP Rp 11.500 per kilogram bahwa HET nya adalah Rp 12.500 per kilogram.
Baca juga: Terharu Kunjungi Sekolah Rakyat di Ponorogo, Menteri PPPA Minta Siswa Bisa Bersyukur: Negara Hadir
“Ada yang bawah HET. Terimakasih Bulog Ponorogo. Minyakita juga tadi terkonfirmasi lancar distribusinya dan harga dibawah HET. Disini beras dibawah HET,” ungkap Gubernur Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Minggu pagi.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa sidak ke Pasar Legi Ponorogo pada awal syawal untukmemastikan bahwa stabilisasi distribusi Sembako aman lancar.
“Dan saya rasa di Pasar Legi Ponorogo, Distribusi lancar, harga cenderung stabil dan turun,” terang orang nomor satu di Jawa Timur kepada Tribunjatim.com.
Dia mencontohkan harga daging ayam turun signifikan. Dimana sebelumnya atau saat idul fitri mencapai Rp 55 ribu per kilogram di Pasar Legi Ponorogo.
“Nah ini tadi sudah turun ke Rp 38 ribu per kilogram.Kalau ayam turunnya agak signifikan, daging turun, kalau harga beras stabil,” tegasnya.
Dia bersyukur SPHP di Ponorogo mencapai Rp 57.500 per kilogram. Dengan kata lain dibawah HET.
“Harga yang saya rasa peran bulog sangat signifikan. Terima kasih bulog Ponorogo dan Minyakita juga tadi terkonfirmasi lancar distribusinya dan harga dibawah HET,” paparmya.
Di Pasar Legi, jelas dia, harga beras dibawah HET, daging ayam dibawah HET, Minyakita dibawah HET.
“Jadi monitoring pengawasan dari tim pemkab, mohon terus dijalankan supaya tidak ada harga diluar dari apa yang menjadi standar di Pasar,” urainya.
Pimpinan Bulog Ponorogo Budiwan Susanto berterimakasih dengan apresiasi dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
“Insyallah harga dan stok aman, Terimakasih apresiasinya,” tambahnya.
Budiwan menjelaskan bahwa stok beras saat ini di gudang Bulog Ponorogo itu mencapai 61 ribu ton. Dengan stok beras 61 ribu, menurutnya aman sampai 6 bulan kedepan.
“Sedangkan Minyakita Bukog Ponorogo tiap bukan droping sampai 200 ribu,” pungkasnya.