Kisah Will Strong: WNI  Pengemudi Bus WNI Pertama di Hokkaido Jepang
Eko Sutriyanto March 29, 2026 04:36 PM

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO —  Nama Will Strong (40) mungkin terdengar tidak biasa bagi seorang warga Indonesia.

Namun, di balik nama unik tersebut, tersimpan kisah perjuangan dan tekad kuat dalam meraih karier di Jepang.

Will yang memiliki sertifikat JLPT N-2 itu mengungkapkan bahwa nama tersebut telah diberikan sejak lahir oleh orang tuanya.

“Orang tua saya ingin nama yang berbeda dari yang lain, apalagi dulu mereka juga punya teman orang asing,” ujarnya sambil tersenyum kepada Tribunnews.com Minggu (29/3/2026).

Baca juga: Komodo Hadir di Jepang: Kolaborasi Indonesia–Shizuoka Menuju Penangkaran Perdana

Awal Ketertarikan ke Jepang

Perjalanan Will menuju Jepang dimulai saat ia menempuh pendidikan di Universitas Darma Persada, dengan mengambil jurusan sastra Jepang yang kemudian memasuki perusahaan besar Abashiri Bus di Hokkaido sejak akhir 2025.

Dari sana, ketertarikannya terhadap Jepang semakin kuat dan membawanya pada berbagai peluang kerja di Negeri Sakura.

Meski banyak tawaran pekerjaan tersedia—mulai dari sektor perhotelan, program TSK/Kumiai, hingga fashion—Will justru memilih jalur yang lebih menantang: menjadi pengemudi  bus di Jepang.

“Saya senang dengan salju dan kebetulan ada penawaran di Hokkaido, ya saya ambil,” papar Will lagi.

Menurutnya, profesi ini tidak mudah dan membutuhkan proses panjang, antara lain harus mengurus SIM Jepang (futsū).

Kemudian mengikuti sekolah khusus mengemudi bus, barulah mendapatkan lisensi ōgata nishu (SIM bus).

Lalu mengikuti tes kesehatan dan psikologi (tekisei shindan).

Pelatihan intensif (kenshū) dan akhirnya harus menghafal rute jalanan di Hokkaido.

“Justru karena sulit, saya tertarik. Ini tantangan besar sekali,” ungkapnya lagi.

Hidup Mandiri di Jepang

Masuk di Jepang setelah diterima Abashiri Bus tanggal 27 November 2025.

“Dari sana kemudian saya berusaha mengambil SIM Jepang dan melanjutkan ambil SIM Bus. Beberapa kali gagal akhirnya lulus juga tanggal 27 Februari 2026 mendapatkan SIM Bus besar.”

Saat ini, Will tinggal sendiri di Jepang dan terus beradaptasi dengan lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.

Will yang sempat memiliki 7 cabang toko cafenya sendiri di Jakarta akhirnya dilepaskan karena imbas dari pandemi Corona saat itu.

Dirinya juga sempat menjadi penerjemah di beberapa perusahaan Jepang di Indonesia.

Saat ini Will  memiliki rencana jangka panjang untuk menetap di Jepang, menguasai pekerjaannya secara penuh, mengajak keluarga (istri dan dua puterinya) untuk tinggal bersama di masa depan dan tentu saja akan menjadi simbol Semangat Diaspora

“Kalau Perusahaan tetap baik memperlakukan saya, ya akan lama seterusnya di Jepang. Selama ini hubungan sih sangat baik dengan pihak perusahaan Abashiri Bus,” lanjutnya.

Baca juga: Momen Bahlil Lahadalia Ingin Jadi Sopir Bus Bawa Pemudik ke Madiun

Kisah Will mencerminkan semangat diaspora Indonesia yang berani mengambil jalur berbeda dan menghadapi tantangan di luar negeri.

Di tengah ketatnya standar kerja di Jepang, terutama di sektor transportasi, langkah Will menjadi bukti bahwa dengan tekad dan kerja keras, peluang selalu terbuka.

Perjalanan Will Strong bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga keberanian memilih jalan berbeda.

Selain itu juga ketekunan menghadapi proses panjang, serta mimpi membangun masa depan di negeri orang

Sebuah inspirasi bagi generasi muda Indonesia yang ingin meniti karier di Jepang.

Diskusi  loker  di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.