TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar dan memaksimalkan kinerja mesin, para pemilik New Veloz Hybrid dan Zenix Hybrid disarankan tidak sembarangan memberi asupan bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraannya.
“Salah satu hal penting dari sebuah mobil hybrid adalah mesin bensin yang efisien tetapi tetap bertenaga,“ kata Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000 dikutip Minggu (29/3/2026).
Dia mengatakan, mobil hybrid Toyota ini mengaplikasikan teknologi Dual VVT-i atau katup variabel dengan rasio kompresi mesinnya di atas 13:1.
"Pada New Kijang Innova Zenix Hybrid EV, mesinnya mengaplikasikan teknologi Dynamic Force Engine. Pemakaian bensin sesuai rekomendasi Toyota menjaga proses pembakaran di dalam ruang bakar mesin agar optimal dan menghasilkan tenaga sesuai kebutuhan," sebutnya.
Pakai BBM Oktan Rendah Berisiko Knocking di Mesin
Lalu bagaimana jika bensin dengan nilai oktan lebih rendah tetap dipakai pada mesin hybrid Toyota? Dia mengatakan, BBM dengan nilai oktan lebih rendan akan terbakar sendiri sebelum busi memercikkan api sesuai siklus kerja mesin, alias memicu terjadinya knocking atau detonasi.
"Gejala knocking terjadi karena penggunaan BBM oktan rendah memicu pembakaran tidak sempurna." jelas Nur Irmansyah.
Baca juga: Penjualan Chery Tiggo 8 CSH Bakal Susul Zenix Hybrid, SPK Sudah Lebih dari 2.000 Unit
Jika itu terjadi, mesih kehilangan tenaga alias ngempos dan membuat pengemudi memaksakan menekan pedal gas lebih dalam agar mesin menyemburkan tenaga lebih tinggi.
"Gejala knocking atau detonasi merupakan masalah serius yang tidak boleh dibiarkan," dia mengingatkan.
Ciri-ciri Knocking di Mesin
Nur Irmansyah menjelaskan, ciri-ciri knocking atau detonasi adalah terdengar suara mengelitik saat pedal gas diinjak sehingga gejala ini kerap disebut sebagai ngelitik.
"Suara ini akan terdengar kian jelas dalam kondisi berat sehingga butuh tenaga besar, seperti ketika muatan penuh, menyalip kendaraan lain, atau di jalan menanjak," sebutnya.
Kondisi jalan yang ekstrem seperti disebut di atas banyak ditemui oleh pengemudi yang melakukan perjalanan mudik ke luar kota.
Baca juga: Inden Veloz Hybrid Tembus 6.500 Unit, Serah Terima Ditargetkan Rampung April 2026
Mobil diisi muatan penuh penumpang dan barang dengan kondisi berkendara yang bervariasi kombinasi jalan macet dan lancar, kontur jalan mendaki di wilayah pegunungan.
Medan jalan yang seperti itu membuat tenaga mesin berkurang, konsumsi BBM juga pasti lebih boros.
Waspadai Deposit di Ruang Bakar
Nur Irmansyah menjelaskan, pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna memicu timbulnya deposit kotoran di dalam ruang mesin yang akan mempengaruhi kinerja mesin.
Kondisi itu diperburuk suhu ruang mesin ikut naik akibat kinerja komponen mesin tidak sesuai kebutuhan. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mempercepat kerusakan komponen mesin.
"Kalau dibiarkan, mesin akan jebol dan wajib turun mesin yang membutuhkan biaya besar," dia mengingatkan.
Karena itu pihaknya amat menyarankan agar para pemilik mobil hybrid Toyota agar membeli bensin dengan nilai oktan sesuai rekomendasi pabrikan, yakni bensin dengan RON 91 atau lebih tinggi.
"Pemakaian bahan bakar yang sesuai akan membantu meningkatkan efisiensi mesin yang berujung pada penghematan bahan bakar," ungkapnya. Untuk spesifikasi oktan bahan bakar di kendaraan bisa dicek pada buku petunjuk penggunaan kendaraan.
Berdasar hasil pengetesan Gridoto, rata-rata konsumsi BBM Zenix Hybrid tipe Q CVT TSS Modellista di rute jalan tol dengan membawa empat orang dewasa dan dikemudikan dengan teknik eco driving dan AC selalu menyala didapatkan angka 22,7 km/liter berdasar data MID kendaraan.
Dalam pengetesan, mobil ini dikendarai sejauh 100 kilometer selama 2 jam dari Jakarta menuju Semarang.