TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN – Pengalaman berharga didapat Adfal Azkia Rahmat, bocah warga Dukuh Senden, Desa Mangunranan, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen.
Pada Sabtu (28/3/2026) sore, dia didapati menangis di tepian Jalan Tentara Pelajar Kebumen.
Dia mengendarai sepeda dari rumahnya menuju Kota Kebumen.
Karena kehilangan arah dan mengalami kebingungan, dia pun berhenti di tepian jalan dan menangis ketakutan.
Baca juga: Musim Nikah Usai Lebaran, KUA di Kebumen Bakal Layani 117 Pernikahan
• Pedagang Kecipratan Berkah Festival Balon Udara Wonosobo, Sukses Dongkrak Wisata Lebaran
Ya, seorang bocah laki-laki ditemukan dalam kondisi menangis dan kebingungan di pinggir jalan setelah bersepeda sendirian menuju Kota Kebumen, dari Kecamatan Mirit.
Saat itu, Tim Patroli Presisi Satuan Samapta Polres Kebumen yang melakukan patroli rutin mendapati seorang anak berdiri di tepi jalan tanpa pendamping orang dewasa.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, bocah tersebut diketahui bernama Adfal Azkia Rahmat, warga Dukuh Senden, Desa Mangunranan, Kecamatan Mirit.
Petugas yang dipimpin oleh Aipda Suluh Guritno segera menghampiri anak tersebut.
Melihat kondisinya yang tampak ketakutan dan menangis, petugas pun berinisiatif menenangkan sekaligus mengamankan Adfal dengan membawanya ke Pos Shelter Patroli Perintis Presisi Lawet Sakti Polres Kebumen.
"Sesampainya di Markas Komando Samapta, suasana yang semula penuh kepanikan perlahan berubah menjadi lebih tenang," kata Kapolres, AKBP Putu Bagus, Minggu (29/3/2026).
Petugas memberikan makanan dan berusaha mengajak Adfal berbicara secara perlahan agar dia merasa nyaman.
Setelah emosinya mulai stabil, Adfal akhirnya bisa menceritakan apa yang dialaminya.
Dia mengaku berangkat dari rumahnya sekira pukul 15.00 dengan mengendarai sepeda.
"Tujuannya sederhana. Dia ingin mengunjungi rumah saudaranya yang berada di Kota Kebumen," kata Kapolres.
Namun perjalanan yang awalnya penuh semangat itu berubah menjadi pengalaman yang membingungkan.
Setibanya di kota, Adfal kehilangan arah.
Dia tidak mengetahui jalan pulang maupun lokasi yang dituju, hingga akhirnya berhenti di pinggir jalan dan menangis karena ketakutan.
Baca juga: Investor Lirik Sampah di Kebumen, Rencana Diolah Jadi Gas
• Pendapatan Kabupaten Semarang Diproyeksikan Tembus Rp1,9 Triliun pada 2027
Mendengar cerita tersebut, petugas bergerak cepat. Mereka berkoordinasi dengan perangkat Desa Mangunranan untuk menelusuri identitas keluarga dan menghubungi orangtua Adfal.
Dari hasil koordinasi itu diketahui bahwa orangtua Adfal, Agus Munawar Rahmat tidak menyadari anaknya pergi sejauh itu.
Bahkan keluarga baru mengetahui keberadaan Adfal setelah mendapat informasi dari perangkat desa yang dihubungi pihak kepolisian.
Tak berselang lama, salah satu saudara Adfal datang ke Mako Samapta Polres Kebumen untuk menjemputnya.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama bersyukur atas kejadian tersebut yang berakhir baik.
Dia menilai, peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.
"Kami bersyukur anak tersebut ditemukan dalam keadaan selamat."
"Ini menjadi pengingat bagi orangtua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di luar rumah,” ujarnya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian.
Layanan tersebut siap siaga selama 24 jam untuk memberikan respons cepat terhadap berbagai situasi darurat di lapangan. (*)
Sumber Kompas.com