- Tragedi kematian STN atau Noni (14), siswi SMP di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT, masih menyisakan kepedihan dan kesedihan serta cerita panjang yang tak pernah habis dibahas warga dan keluarga.
Noni, puteri semata wayang dari keluarga sederhana yang masih mengenyam bangku SMP di Kabupaten Sikka, harus meninggal dunia dengan cara tragis saat ditemukan pada Senin, 23 Februari 2026 sore.
Awalnya, Noni dilaporkan hilang dari rumah pada Jumat, 20 Februari 2026 sore saat pergi mengambil gitar. Akan tetapi, ia tidak kembali sampai akhirnya ditemukan tak bernyawa oleh keluarga dan warga pada Senin, 23 Februari 2026 sore.
Kematian itu membuat keluarga tidak terima dan melaporkan kasus ini ke Polres Sikka. Atas laporan itu, saat ini sudah tiga tersangka ditahan. Para pelaku merupakan satu keluarga, yakni kakek, ayah, dan anak, yang kini ditahan di sel Mapolres Sikka.
Siapa dan bagaimana sosok Noni, korban dugaan pembunuhan di Sikka, di mata keluarga yang selalu mengenang berkat dan cerita indah dalam keluarga?
Cerita indah tentang Noni yang sangat pandai bermain gitar diungkapkan sang kakak pertama, Inosensius Franklin Mula alias Echo, saat ditemui TribunFlores.com di Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Rabu (11/3/2026) sore.
Pria ini adalah kakak yang sangat dekat dengan Noni. Dari sosok Echo, Noni, adik bungsunya, belajar bermain gitar. Pasalnya, gitar yang menjadi barang bukti tindak pidana atas kematian Noni adalah gitar yang Echo beli saat menerima gaji pertama.
"Saya kakak kandung dari Noni, korban pembunuhan. Saya dengan Noni sangat dekat. Kami berdua mempunyai pikiran emosional yang sangat dekat. Kami tiga bersaudara, dua laki-laki dan satu perempuan. Saya dengan Noni bisa dibilang orang yang paling dekat. Kakak yang paling dekat dengan Noni adalah saya, karena setiap kali ada masalah, apapun itu, Noni pasti selalu ceritakan ke saya," kata Echo.
Ia menjelaskan, sejak Noni hilang, kepanikan dan kecemasan sangat mengguncang kehidupan keluarga. Awalnya, keluarga tidak mengira hal yang aneh terjadi atas ketidakhadiran Noni. Namun hilangnya berhari-hari membuat keluarga cemas dan berpikir ada sesuatu yang sedang dialami.
"Jadi saat Noni hilang, awalnya saya tidak tahu. Saya tinggal di Kota Maumere supaya dekat dengan tempat kerja. Biasanya kalau libur baru ke rumah kami di Desa Rubit. Pada hari Jumat, malam Noni hilang, saya belum tahu. Tetapi ada WA dari adik saya yang minta saya segera naik ke rumah. Perasaan saya langsung tidak enak. Saya pikir, di rumah ada masalah apa ini? Karena tidak biasanya dia harus menyuruh saya naik ke rumah. Saat saya sampai rumah, saya langsung dengar cerita mama. Dengan suara mama yang sangat pelan, saya sudah curiga. Setelah itu, saya kembali ke Maumere, dan habis kerja kembali ke rumah," paparnya.
Namun pada Senin, 23 Februari 2026 sore, jelas Echo, ada informasi bahwa Noni sudah ditemukan dalam kondisi yang menyedihkan.
"Saya tetap tenang karena kita harus tetap positif. Saya berpikir semoga saja Noni murni hilang, bukan diculik atau dibunuh. Tapi kalau dari dalam hati, perasaan sebenarnya sudah berpikir ke mana-mana. Kami sempat mencari saat Noni hilang, tetapi tidak membuahkan hasil. Sebelum sore, adik saya ditemukan. Pagi saya masih kerja, sore ada informasi Noni sudah ketemu. Dalam hati, ya syukurlah, puji Tuhan, Noni sudah ketemu," ujarnya.
Namun perasaan itu, lanjut Echo, terus membuatnya bertanya dan curiga dengan kematian adiknya.
Ia pun menggambarkan, kejadian ini akan selalu menjadi penderitaan keluarganya. Pasalnya, mereka tidak menyangka Noni meninggal dengan cara yang tidak pantas.
Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Flores
Editor: Untung Sofa Maulana
#saksikata #pembunuhansadis #siswasmp #sikka #pembunuhan #pelajartewas #tewas