Waketum DPP PKB Faisol Riza : Muscab Jadi Ujian Kerja Nyata Kader di Tengah Masyarakat Pasuruan
Rendy Nicko Ramandha March 29, 2026 05:57 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN -Wakil Ketua Umum DPP PKB Faisol Riza menegaskan bahwa Musyawarah Cabang (Muscab) bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum untuk menguji kapasitas dan kerja nyata kader di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan dia saat memberikan sambutan dalam Muscab PKB Kabupaten Pasuruan di Kantor DPC PKB, Minggu (29/3/2026) siang.

Menurutnya, dalam kondisi sosial dan ekonomi yang penuh tantangan, peran kader PKB sangat ditentukan oleh sejauh mana mereka mampu hadir dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

“Politik PKB hari ini sedang diuji. Bukan seberapa bagus kita berbicara, tapi seberapa nyata yang kita lakukan untuk membantu rakyat,” tegasnya.

Baca juga: Hadiri Muscab, Mas Rusdi Sutejo Apresiasi Dukungan dan Kolaborasi PKB Bangun Pasuruan

Baca juga: Hijaukan Pasuruan, Karangan Bunga Ketua Parpol Diganti Bibit Pohon di Muscab PKB Hari Ini

Faisol menyebut, PKB sebagai bagian dari kekuatan politik bangsa tidak boleh hanya berhenti pada narasi dan janji, tetapi harus benar-benar menjadi bagian dari penyelesaian persoalan rakyat.

“PKB tidak boleh hanya memberikan penjelasan. Yang dibutuhkan rakyat adalah orang-orang yang hadir dan bisa membantu mereka,” ujarnya.

Ia menekankan, kekuatan utama PKB justru berada di tingkat bawah, yakni struktur DPC, PAC, ranting hingga anak ranting. Karena itu, seluruh elemen harus aktif dan bergerak.

“Kalau PAC dan ranting tidak bergerak, maka PKB juga akan ‘tidur’. Kekuatan kita ada di bawah, bukan hanya di pusat atau provinsi,” katanya.

Lebih lanjut, Faisol mengingatkan bahwa menjadi kader PKB berarti siap hadir di tengah masyarakat, terutama saat masyarakat menghadapi persoalan.

“Bukan siapa yang paling sering hadir di acara, tapi siapa yang paling hadir di tengah masyarakat. Kalau ada masalah, kita hadir membantu. Di situlah makna perjuangan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas kader, baik dalam ucapan maupun perilaku, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Dalam arahannya, Faisol memaparkan empat prinsip politik yang harus dijalankan kader PKB, yakni politik kehadiran di tengah masyarakat, politik pelayanan, politik keteladanan, dan politik kepemimpinan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kader PKB diminta bekerja di tiga medan utama, yakni kerja langsung di tengah masyarakat, penguatan organisasi agar struktur tetap hidup, serta membangun opini publik yang positif.

“Bekerja politik itu tidak rumit. Lakukan hal-hal kecil secara konsisten, jaga komunikasi, dan terus hadir di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi proses kaderisasi PKB di Kabupaten Pasuruan yang dinilai berjalan baik dan berkelanjutan.

Menurutnya, kaderisasi menjadi fondasi penting bagi masa depan partai dan bangsa.

“PKB tidak mencetak kader yang sekadar patuh, tapi kader yang kuat menghadapi realitas, loyal, dan mampu berpikir jernih,” ujarnya.

Faisol enambahkan, Muscab juga menjadi titik awal konsolidasi menuju Pemilu 2029.

Ia menegaskan bahwa kemenangan tidak ditentukan oleh pencitraan, melainkan kepercayaan masyarakat yang dibangun melalui kerja nyata.

“Pemilu 2029 dimulai dari Muscab ini. Kemenangan bukan lahir dari baliho, tapi dari kepercayaan. Dan kepercayaan lahir dari kerja-kerja nyata,” pungkasnya. 

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.