Tim dari provinsi telah turun langsung melihat kondisi di lapangan sejak sehari sebelumnya untuk mendata jumlah korban

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar ratusan penyintas bencana kebakaran di Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur.

"Ini bagian dari kewajiban pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal bidang sosial terkait penanganan bencana, di mana pemerintah hadir memberikan pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas," kata Kepala Dinsos Kaltim Andi Muhammad Ishak saat dikonfirmasi di Samarinda, Minggu.

Penyerahan bantuan sebanyak 226 paket berupa logistik makanan, barang kelompok rentan, dan perlengkapan pengungsian tersebut turut didampingi oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Achmad Rasyidi serta Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Doni Julfiansyah.

Andi mengharapkan bantuan dari pemerintah provinsi ini cukup untuk menopang kebutuhan harian yang tidak dapat dipenuhi secara mandiri oleh masyarakat akibat terdampak musibah.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kaltim Achmad Rasyidi menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Dinsos Kutai Timur, relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta perangkat kewilayahan setempat.

"Tim dari provinsi telah turun langsung melihat kondisi di lapangan sejak sehari sebelumnya untuk mendata jumlah korban sebagai landasan pelaksanaan kaji cepat pemenuhan kebutuhan barang," kata Rasyidi.

Bantuan yang didistribusikan kepada warga terdampak sebanyak 226 paket itu meliputi lima kilogram beras, satu kilogram gula pasir, kornet, biskuit, mie instan, minyak goreng, susu kental manis dan ikan sarden.

Pemerintah juga menyediakan perlengkapan istirahat dan hidrasi untuk para pengungsi berupa 65 dus air mineral, 113 buah bantal, serta 225 lembar matras agar mereka dapat tidur dengan layak.

Selain itu, disalurkan pula 350 paket makanan siap saji, 113 paket lauk pauk, 150 paket gizi anak, 113 tenda gulung, 40 buah kasur, 113 lembar selimut, dan 113 paket perlengkapan keluarga (family kit).

Peristiwa kebakaran besar yang melanda pada hari Kamis (26/3) sekitar pukul 12.00 WITA tersebut telah menghanguskan setidaknya 85 bangunan tempat tinggal warga, berdampak pada 117 kepala keluarga yang terdiri dari 337 jiwa kehilangan tempat tinggal, termasuk di antaranya 26 lansia, enam ibu menyusui, 67 anak-anak, 15 balita, dan enam bayi di bawah tiga tahun (batita).