Dua Sekolah di Aceh Barat Masih Belajar di Tenda Pascabencana Banjir
Muhammad Hadi March 29, 2026 09:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Dua sekolah dasar di Kabupaten Aceh Barat hingga kini masih menjalankan proses belajar mengajar di bawah tenda darurat akibat kerusakan parah yang ditimbulkan oleh bencana banjir dan longsor. 

Kedua sekolah tersebut adalah SD Alue Lhok di kawasan Jambak dan SD Lawet di Kecamatan Pante Ceureumen.

Kondisi ini telah berlangsung sejak bencana melanda wilayah tersebut, menyebabkan bangunan sekolah rusak berat bahkan tidak dapat lagi digunakan. 

Akibatnya, pihak sekolah terpaksa mendirikan tenda sebagai solusi sementara agar aktivitas pendidikan tetap berjalan bagi para siswa.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Teuku Putra Azmisyah, kepada Serambi, Minggu (29/3/2026), menyampaikan bahwa saat ini hanya dua sekolah tersebut yang masih belajar di bawah tenda. 

Meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana, proses belajar mengajar tetap berlangsung sebagaimana mestinya.

“Untuk sementara memang masih menggunakan tenda karena bangunan sekolah tidak bisa difungsikan. Namun kegiatan belajar tetap berjalan normal,” ujarnya.

Baca juga: Wakil Bupati Abdya Lantik 124 Pejabat Eselon III, IV, dan Kepala Sekolah

Sementara itu, sejumlah sekolah lain yang sebelumnya terdampak banjir kini sudah kembali melaksanakan aktivitas belajar secara normal. 

Meski demikian, sebagian sekolah masih menghadapi kendala seperti sisa lumpur sedikit-sedikit di halaman yang belum sepenuhnya dibersihkan.

Di wilayah Kecamatan Woyla Barat, misalnya, kegiatan belajar mengajar sudah kembali berjalan lancar meskipun masih terdapat sedikit sisa lumpur di lingkungan sekolah. 

Hal ini tidak terlalu mengganggu aktivitas siswa maupun tenaga pengajar.

Pemerintah, lanjut Teuku Putra, telah merencanakan langkah penanganan jangka panjang terhadap kerusakan fasilitas pendidikan tersebut. 

Salah satunya melalui program revitalisasi dari pemerintah pusat yang akan membangun kembali sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Sekolah rusak ringan dapat bantuan rehab

Selain itu, sekolah lain yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang juga akan mendapatkan bantuan rehabilitasi agar dapat segera digunakan secara optimal.

Ia berharap proses pembangunan kembali sekolah dapat segera terealisasi, sehingga para siswa tidak lagi harus belajar dibawah tenda dan dapat menikmati fasilitas pendidikan yang lebih layak dan nyaman.

“Harapan kita tentu anak-anak bisa segera kembali belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman,” pungkasnya.(sb)

Baca juga: Jelang Masuk Sekolah, Kodim 0102 Pidie Pangkas Rambut Gratis Anak-anak Korban Banjir di Pijay

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.