Syawalan Muhammadiyah Sulsel: Mendikdasmen Resmikan Klinik hingga Luncurkan Buku
Hasriyani Latif March 29, 2026 10:19 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Syawalan 1447 Hijriah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (28/3/2026), tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi pasca-Ramadhan. 

Di halaman Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel, Makassar, forum itu justru dipakai untuk menegaskan gerak persyarikatan melalui kerja-kerja yang konkret.

Yakni meresmikan klinik utama, mengukuhkan pusat pembinaan mualaf, menyerahkan pengelolaan aset wakaf, hingga meluncurkan buku pemikiran.

Rangkaian agenda berlangsung di tengah kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pimpinan Muhammadiyah, dan ribuan warga persyarikatan. 

Jika Syawalan lazim dipahami sebagai ruang saling memaafkan dan merawat persaudaraan, Muhammadiyah Sulsel menambahkan dimensi lain, menghubungkan suasana kebersamaan dengan penguatan amal usaha dan kelembagaan.

Agenda yang paling menonjol adalah peresmian Klinik Utama PWM Sulsel. 

Kehadiran klinik itu menandai upaya Muhammadiyah Sulsel memperluas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Sekaligus menegaskan bahwa dakwah persyarikatan tidak semata hadir di ruang pengajian, tetapi juga dalam layanan yang menjawab kebutuhan sehari-hari warga.

Di tengah tantangan akses layanan kesehatan yang masih timpang di banyak tempat, klinik itu menjadi simbol dari corak dakwah Muhammadiyah yang sejak awal bertumpu pada amal nyata. 

Dakwah, dalam pengertian itu, tidak hanya disampaikan, tetapi dihadirkan dalam bentuk institusi yang bisa dirasakan manfaatnya secara langsung.

Baca juga: Menteri Abdul Muti Titip Pesan Moderasi Beragama di Syawalan Muhammadiyah Sulsel

Selain meresmikan klinik, PWM Sulsel juga mengukuhkan Mualaf Learning Center Muhammadiyah. 

Lembaga ini diposisikan sebagai ruang pendampingan yang lebih terstruktur bagi para mualaf. 

Muhammadiyah Sulsel ingin memastikan pembinaan tidak berhenti pada prosesi syahadat, melainkan berlanjut pada penguatan pemahaman keislaman, penyesuaian sosial, dan pemberdayaan kehidupan.

Dalam rangkaian yang sama, PWM Sulsel menyerahkan hak pengelolaan aset berupa tanah dan/atau bangunan wakaf kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tamalanrea. 

Langkah itu menegaskan orientasi persyarikatan dalam menata aset wakaf secara produktif agar menopang dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial. 

Wakaf, dengan demikian, tidak hanya dipelihara sebagai amanat, tetapi juga dihidupkan sebagai kekuatan institusional.

Syawalan kali ini juga dirangkaikan dengan peluncuran buku 'Tauhid sebagai Energi Spiritual dan Sosial Muhammadiyah: Bunga Rampai Pemikiran dan Aplikasinya'. 

Peluncuran ditandai dengan penandatanganan replika sampul oleh Abdul Mu’ti, Andi Sudirman Sulaiman, dan Ketua PWM Sulsel Prof Ambo Asse, lalu dilanjutkan dengan penyerahan buku kepada sejumlah tokoh dan perwakilan persyarikatan.

Peluncuran buku itu memberi isyarat bahwa penguatan Muhammadiyah Sulsel tidak hanya bertumpu pada amal usaha fisik, tetapi juga pada produksi gagasan. 

Di saat organisasi sering diukur dari bangunan dan program, Muhammadiyah Sulsel memperlihatkan bahwa arah gerakan juga ditopang oleh kerja intelektual yang merumuskan fondasi nilai dan orientasi dakwah.

Ketua PWM Sulsel Prof Ambo Asse mengatakan Syawalan menjadi ruang untuk saling menguatkan dalam menggerakkan persyarikatan dan mengembangkan amal usaha. 

Ia juga melaporkan perkembangan renovasi Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel serta dimulainya pembangunan gedung 13 lantai yang diproyeksikan untuk pengembangan sumber daya manusia Muhammadiyah.

Dari rangkaian agenda itu, Syawalan Muhammadiyah Sulsel tahun ini memantulkan pesan yang lebih luas. 

Tradisi pascaIdulfitri tidak hanya dirawat sebagai peristiwa simbolik, tetapi diterjemahkan menjadi langkah-langkah kelembagaan yang nyata. 

Dari klinik, pembinaan mualaf, pengelolaan wakaf, hingga peluncuran buku, Syawalan menjadi panggung yang memperlihatkan bagaimana persaudaraan dirawat sambil gerakan terus dijalankan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.