Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, SOE - Aksi puasa menjadi tradisi gereja Katolik dalam mengisi masa prapaskah atau masa persiapan menyongsong kebangkitan Kristus Yesus.
Di Kuasi St. Vinsensius Nonohonis, Paroki St. Maria Mater Dolorosa, Kevikepan TTS, Keuskupan Agung Kupang, aksi puasa yang dilakukan umat yaitu dengan mengumpulkan donasi.
Donasi yang dikumpulkan berapa kebutuhan pokok umat yaitu sandang, pangan dan papan.
Bahan yang dikumpulkan mulai dari sembako, pakaian layak pakai dan kegiaTan beda satu unit rumah di pusat kuasi St. Vinsensius Nonohonis.
Baca juga: Romo Ade Udjan Sebut Daun Palma Jadi Undangan di Kapela Paroki St. Vinsensius Nonohonis
Pengumpulan donasi dilakukan sejak masa prapaskah dan mulai disalurkan sejak hari ini, Minggu (29/3/2026) di Stasi Antonius Beskelo, Desa Oenlasi, Kecamatan Mollo Selatan, dan pada Sabtu (4/4/2026) yang akan datang akan disalurkan di pusat Kuasi, Desa Noinbila.
Sebanyak 14 paket sembako, pakaian layak pakai yang telah disalurkan sebagai wujud aksi nyata prapaskah tahun 2026, usai perayaan Misa Minggu Palma pada pukul 11.30 wita di Kapela St. Antonius Clarete Beskelo.
Penyaluran bantuan di St. Antonius Clarete Beskelo langsung disalurkan oleh Ketua DPK Kuasi St. Vinsensius Nonohonis, Goris Wio, Seksi Pengembangan Sosial dan Ekonomi Kuasi Paroki St. Vinsensius Nonohonis, Anita Manek, Pastor Kuasi, Rm. Ade Udjan, PR., Suster RFM, dan pengurus DPK, juga dibantu pengurus Stasi St. Antonius Clarete Beskelo.
Ketua DPK Kuasi St. Vinsensius Nonohonis, Goris Wio menyampaikan bahwa gerakan ini menjadi wujud nyata gerakan sosial dalam aksi puasa dalam masa prapaskah tahun 2026.
"Aksi puasa merupakan tradisi gereja Katolik sejak dulu kala. Aksi puasa ini dapat berupa gerakan spiritual dan sosial untuk mendekatkan diri dan pendalaman iman. Kita berpuasa dan pantang juga ditujukan untuk menjauhkan diri dari keinginan daging. Sedangkan aksi sosial seperti keinginan membelanjakan uang kita, di masa puasa kita diminta untuk sedikit menahan diri dan berdonasi," jelasnya.
Goris menegaskan bahwa dalam makna sosial aksi puasa berarti saling berbagi dalam aksi nyata dalam tradisi gereja.
Melalui aksi puasa diharapkan umat dapat mengubah diri lebih peduli terhadap sesama dan dapat membawa dampak positif bagi pribadi umat sendiri.
"Dari kuasi Nonohonis ada sembako dan pakaian layak pakai diserahkan kepada umat yg membutuhkan. Kami harapkan bantuan ini dapat bermanfaat bagi penerima manfaat. Jangan melihat nilai, ada rupa-rupa isinya tetapi nilai kebersamaan kita yang penting. Niat untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan, dan mendorong kita untuk terus saling berbagi," ungkapnya.
Seksi Pengembangan Sosial dan Ekonomi Kuasi Paroki St. Vinsensius Nonohonis, Anita Manek, menjelaskan bahwa donasi umat yang terkumpul sebanyak kurang lebih 85 paket yang akan dibagi pada 11 KUB di Kuasi Paroki St. Vinsensius Nonohonis.
Ia mengatakan untuk skema beda rumah, akan diberikan bantuan bahan renovasi untuk beda rumah di salah satu KUB Antonius, dan pengerjaan akan dikerjakan oleh penerima.
"Paket-paket tersebut dibagi kepada keluarga-keluarga yang kurang mampu, janda duda yatim piatu, disabilitas yang benar-benar membutuhkan uluran tangan kasih. Paket-paket tersebut dibagi juga kepada umat kristen protestan sekitar umat KUB," jelasnya.
Ia mengatakan bahwa aksi sosial yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial dan diharapkan dapat berdampak dan berkelanjutan bagi penerima. (any)