Moskow (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Sabtu mengatakan bahwa dia telah berdialog dengan pemimpin Wilayah Kurdistan Irak, Nechirvan Barzani, untuk membahas konflik di Timur Tengah.

"Saya berbicara dengan Nechirvan Barzani, Presiden Wilayah Otonom Kurdistan Irak," kata Macron di X.

Selama percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas serangan terhadap wilayah Kurdistan Irak, kata Macron.

Dia juga menekankan pentingnya "melakukan segala upaya" untuk mencegah Irak terseret ke dalam eskalasi di kawasan tersebut.

Pada 5 Maret, Barzani mengatakan bahwa Kurdistan Irak tidak akan memihak dalam konflik di Timur Tengah.

Iran telah menyerang wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah sebagai balasan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari.

Hari pertama aksi militer tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan menghancurkan sebuah sekolah perempuan di Iran selatan dengan serangan bom.

Iran memperkirakan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 1.300 orang.

Sumber: Sputnik-OANA