Kasus Meninggal Akibat Kecelakaan Selama OKK di Lampung Naik 18,2 Persen
Noval Andriansyah March 30, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Korban meninggal dunia akibat kasus kecelakaan lalu lintas ( lakalantas ) selama periode Operasi Ketupat Krakatau (OKK) selama 13-25 Maret 2026, naik sekitar 18,2 persen.

Selama periode tersebut, sebanyak 13 orang menjadi korban meninggal dunia akibat kecelakaan.

Sementara pada periode yang sama di tahun 2025 terdapat 11 orang meninggal dunia karena kecelakaan.

Namun demikian, berdasarkan data yang dimiliki Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Lampung, kasus kecelakaan di Lampung mengalami penurunan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, ada penurunan kasus lakalantas sebanyak 16 persen dari tahun 2025, yakni dari 64 kasus di tahun 2025 menjadi 54 kasus di tahun 2026. 

Baca juga: Angka Lakalantas di Lampung Tengah Tertinggi selama Arus Mudik-Balik Lebaran 2026

"Kami mencatat tren positif dalam penanganan arus mudik dan balik selama Operasi Ketupat Krakatau (OKK) 2026 dengan penurunan 16 persen," kata Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, Minggu (29/3/2026). 

Tren positif tersebut, lanjut dia, dalam penanganan arus mudik dan balik selama OKK 2026.

Yuni mengungkapkan bahwa penurunan drastis lakalantas tersebut merupakan hasil dari strategi matang di lapangan.

Meskipun demikian, korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut, ada sebanyak 13 jiwa atau naik dari tahun lalu yakni 11 orang.

Yuni membeberkan, wilayah Lampung Tengah menjadi titik dengan angka lakalantas tertinggi.

Korban yang mengalami lakalantas di Lampung Tengah yakni ada sebanyak 14 kejadian yang didominasi motor.

"Lamteng tertinggi lakalantas tersebut dipicu karena posisi Lampung Tengah sebagai jalur lintas utama bagi pemudik," kata Yuni. 

Lampung Tengah menjadi posisi jalur vital baik dari arah Jakarta maupun Sumatera Selatan. 

"Kecerobohan pengemudi dalam menjaga jarak aman dan saat menyalip masih menjadi faktor utama penyebab lakalantas di jalur tersebut."

"Keberhasilan menekan angka lakalantas ini tidak lepas dari pengawasan real time yang dilakukan pihak kepolisian. "

"Setiap jam kasatlantas harus melakukan live report untuk melaporkan perkembangan situasi di titik-titik kepadatan pengemudi kendaraan," jelas Yuni.

Ditlantas Polda Lampung juga mengerahkan Satgas Kamseltibcarlantas untuk memberikan imbauan secara langsung.

Serta meluncurkan inovasi digital melalui aplikasi Siger Lampung Presisi agar masyarakat dapat memantau titik keramaian secara mandiri.

"Menyikapi arus balik yang mulai meningkat, Polda Lampung mengimbau para pengendara untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah," kata Yuni. 

Yuni mengatakan, pentingnya memanfaatkan fasilitas pos pengamanan dan rest area yang telah disediakan.

"Seperti Pos Gayam, Pos Ekspo, serta berbagai rest area di jalur tol mulai dari KM 20B hingga 49B," kata Yuni. 

Polisi mengimbau kepada masyarakat yang akan balik ke Pulau Jawa dan jika merasa mengantuk lebih baik parkir dan istirahat dahulu. 

"Kami menyediakan fasilitas di jalur arteri maupun tol agar masyarakat tidak mengemudi dalam kondisi lelah," kata Yuni.

Pengendara mengemudi dalam kondisi lelah dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

"Hingga saat ini, titik-titik krusial seperti lintas timur dan lintas tengah tetap menjadi perhatian utama petugas guna memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas bagi seluruh pemudik," kata Yuni.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.