Bangun Powerhouse Riset, BRIN–UAG Fokus pada Pengembangan SDM
Wahyu Aji March 30, 2026 01:32 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Ary Ginanjar (UAG University) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Gedung BRIN Thamrin, Jakarta, pekan ini. 

Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan manajemen talenta riset sebagai respons atas ketatnya persaingan global.

Kemitraan tersebut menitikberatkan pada pembangunan ekosistem riset yang tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga mengintegrasikan kecerdasan emosional dan spiritual sebagai fondasi karakter peneliti.

Founder UAG University, Prof. Ary Ginanjar Agustian, menyebut bahwa kualitas mental menjadi faktor penting dalam melahirkan inovasi.

“Melalui momentum bulan Syawal, Nota Kesepahaman ini diharapkan menjadi titik nol lahirnya terobosan besar. Ketika peneliti bekerja dalam kondisi tenang dan fokus, di situlah inovasi yang mendorong Indonesia Emas 2045 dapat tercipta,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan Indonesia dalam meningkatkan jumlah peneliti. Saat ini, Indonesia baru memiliki sekitar 300 peneliti per satu juta penduduk, jauh di bawah Malaysia dan Korea Selatan yang masing-masing mencapai 2.300 dan 4.000 peneliti per satu juta penduduk.

Untuk menjawab tantangan tersebut, UAG University menawarkan pendekatan manajemen talenta berbasis kecerdasan buatan melalui platform TalentDNA.

Teknologi ini digunakan untuk memetakan potensi dan karakter peneliti secara lebih presisi guna mendukung penempatan dan pengembangan yang optimal.

“Kami menargetkan BRIN pada 2030 dapat menjadi lokomotif riset nasional sekaligus powerhouse dalam mendorong hilirisasi inovasi,” tambah Prof. Ary.

Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, menyambut baik kolaborasi ini dan menegaskan pentingnya manajemen talenta dalam membangun sumber daya peneliti yang unggul.

“Kita membutuhkan periset kelas dunia yang mampu menghasilkan dampak nyata. Penguatan manajemen talenta menjadi kunci peningkatan kualitas human capital di BRIN,” tegasnya.

Menurutnya, kekuatan ekonomi global sangat dipengaruhi oleh kapasitas riset suatu negara. Karena itu, BRIN menargetkan hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi berlanjut pada hilirisasi melalui inovasi yang aplikatif, seperti varietas unggul, paten, hingga lahirnya ilmuwan berkelas dunia.

Kerja sama ini juga membuka akses bagi mahasiswa dan dosen UAG University untuk memanfaatkan fasilitas BRIN, termasuk melalui program degree by research, penggunaan laboratorium, serta program magang.

Baca juga: Integrasi IQ, EQ, dan SQ Antarkan Ary Ginanjar Raih Profesor Kehormatan

Kolaborasi BRIN dan UAG University diharapkan menjadi katalis dalam membangun ekosistem manajemen talenta riset yang lebih terintegrasi, sekaligus mencetak generasi peneliti yang adaptif dan siap menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.