Puncak Arus Balik Lebaran 2026: Urai Kemacetan di Pelabuhan Ketapang, Operator Utamakan 3 Kendaraan
Luky Setiyawan March 30, 2026 01:50 AM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi saat puncak arus balik masih berlangsung, Minggu (29/3/2026) petang.

Meski demikian, pada petang ini, kemacetan tidak separah pagi atau siang hari.

Pantauan TribunJatimTimur.com di lapangan, kemacatan terjadi untuk kendaraan jenis truk logistik dan mobil pribadi.

Kemacatan terjadi pada dua arah, baik rute Situbondo - Pelabuhan Ketapang (utara) maupun Jember - Pelabuhan Ketapang (selatan).

Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Polda Jatim dan Pemkab Banyuwangi Pantau Pelabuhan Ketapang

Baca juga: Puncak Arus Balik Lintas Jawa-Bali, Kendaraan Menumpuk di Pelabuhan Ketapang 

Dari arah utara, kemacetan terpantau sekitar 2,5 kilometer (km) dari Pelabuhan Ketapang. 

Itu menyusut dari siang sebelumnya yang mencapai 4 km.

Sementara dari arah selatan, ekor kemacatan terpantau sepanjang 3,5 km. 

Wakil Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Yossianis Marciano menjelaskan, pihaknya menerapkan skala prioritas untuk penyebrangan ke Bali.

Prioritas utama diperuntukan bagi para pengendara sepeda motor, bus, dan mobil pribadi.

"Kami berupaya mengutamakan kendaraan penumpang agar dapat segera tiba di pelabuhan.

Kami juga memohon kesabaran kepada para pengemudi truk, karena saat ini disediakan buffer zone untuk kendaraan truk agar angkutan penumpang dapat dilayani lebih dahulu," kata dia.

Saat terjadi lonjakan penumpang sepeda motor, ASDP bersama stakeholder terkait akan memprioritaskan mereka agar dapat menyebrang ke Bali secepat mungkin.

Salah satu caranya, dengan mengaktifkan beberapa kapal khusus untuk mengangkut sepeda motor.

"Saat terjadi lonjakan tinggi kendaraan sepeda motor, kami mengoptimalkan beberapa kapal untuk secara khusus mengangkutnya," ucap dia.

Data ASDP hingga Minggu siang menunjukkan, jumlah kendaraan yang telah kembali ke Bali setelah arus mudik sebanyak 97.683 unit atau 59 persen.

Sementara jumlah penumpang yang telah kembali mencapai 314.491 orang atau 61 persen.

"Artinya kendaraan yang belum menyeberang 41 persen dan penumpang yang belum menyeberang 37 persen. Kami akan terus melayani hingga arus balik berangsur normal," tutur dia.

Pihaknya memprediksi, kepadatan di Pelabuhan Ketapang masih akan terjadi setelah puncak arus balik.

Pihaknya menduga, kepadatan yang terjadi pada hari-hari berikutnya akan berkurang dibanding akhir pekan ini.

"Kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah juga diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan di hari-hari berikutnya," ujarnya.

(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.