TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Arus balik Lebaran 2026 masih terasa di ruas tol Kota Semarang, Minggu (29/3/2026).
Dari pantauan di Gerbang Tol (GT) Banyumanik hingga pukul 19.00 WIB, antrean kendaraan masih terjadi di depan gerbang tol.
Sebagian besar kendaraan yang melintas yakni mobil pribadi jenis SUV dan MPV, bus antarkota, serta truk logistik besar yang tertutup terpal.
Baca juga: Pemudik Lupa Isi Saldo e-Toll Bikin Antrean Gerbang Tol Pejagan Mengular Hingga 100 Meter
Sebagian kendaraan berpelat nomor B (Jabodetabek), sementara lainnya berpelat H (Semarang), dengan beberapa mobil terlihat membawa barang di roof rack, yang menjadi ciri khas pemudik.
Rata-rata antrean di setiap gardu mencapai delapan hingga sepuluh kendaraan dalam satu waktu.
Marketing Communication PT Trans Marga Jateng (TMJ), Dian Saputra, dalam catatannya menyebutkan bahwa sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, volume kendaraan yang melintasi GT Banyumanik secara konsisten berada di atas 2.000 unit per jam.
“Untuk arus di GT Banyumanik arah Semarang/Jakarta, tercatat sejak pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, per jamnya yang melintas di atas 2.000 kendaraan.
Data terakhir pukul 15.00–16.00 WIB tercatat 2.435 kendaraan,” sebut dia kepada Tribunjateng.com.
Data traffic counting menunjukkan, puncak arus terjadi pada pukul 14.00–15.00 WIB dengan 2.459 kendaraan.
Secara total, hingga pukul 16.00 WIB, kendaraan yang melintas di gerbang tol menuju arah Jakarta mencapai 21.009 unit, lebih tinggi dibandingkan jalur masuk (entrance) arah sebaliknya yang tercatat 17.047 kendaraan.
Untuk arus ke arah timur cenderung lebih landai, dengan puncak hanya menyentuh angka 2.002 kendaraan pada pukul 10.00–11.00 WIB.
Kondisi itu sejalan dengan tren nasional, di mana mayoritas pemudik kembali ke wilayah Jabodetabek dari arah timur (Trans Jawa dan Bandung).
Optimalisasi 23 Gardu untuk Urai Kepadatan
Direktur Utama PT Trans Marga Jateng (TMJ), Prajudi, menjelaskan pihaknya telah mengoptimalkan layanan transaksi untuk mengantisipasi lonjakan arus balik di GT Banyumanik.
“Pengelola tol mengoperasikan total 23 gardu, terdiri dari 11 gardu lajur utama, 10 lajur On Board Automation (OAB) arah Jakarta, serta 2 gardu arah Undip untuk mempercepat transaksi kendaraan,” jelas dia.
Menurut dia, langkah ini menjadi bagian dari strategi pengaturan lalu lintas berbasis wilayah guna menjaga kelancaran arus balik di ruas tol Trans Jawa, khususnya di wilayah Semarang.
Arus Balik Nasional Didominasi Arah Jabotabek
Sementara itu, berdasarkan rilis resmi PT Jasa Marga (Persero) Tbk, arus balik secara nasional masih didominasi kendaraan menuju wilayah Jabodetabek.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa volume kendaraan yang kembali ke Jabodetabek pada periode H-10 hingga H+7 Lebaran 2026 mencapai angka signifikan.
“Volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada H-10 s.d H+7 libur Idulfitri 1447H/2026 mencapai 2.773.767 kendaraan. Angka tersebut merupakan 81,72 persen dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, distribusi kendaraan masih didominasi dari arah timur.
“Sebanyak 1.306.467 kendaraan atau 47,1?rasal dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung),” tambahnya.
Rivan juga mengungkapkan bahwa puncak arus balik tertinggi terjadi beberapa hari sebelumnya.
“Jasa Marga mencatat lalu lintas kembali ke Jabotabek yang tertinggi terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan 256 ribu kendaraan atau meningkat 99,0 % dibandingkan lalu lintas normal,” kata dia.
Untuk hari ini, Minggu (29/3/2026), Jasa Marga memprediksi arus balik masih tinggi.
“Diperkirakan 249 ribu kendaraan masih akan kembali ke wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol utama, meningkat sebesar 42,2 % dibandingkan dengan lalu lintas normal,” ungkapnya.
Baca juga: Jelang Arus Mudik, Gerbang Tol Kalikangkung Tambah 9 Gardu Satelit Baru
Jasa Marga juga mengingatkan para pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan arus balik.
“Kami mohon kerja sama pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan, terutama saat melintasi jalur dengan rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow sesuai diskresi Kepolisian,” tegas Rivan.
Pengguna jalan diimbau memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, mencukupi BBM dan saldo uang elektronik, serta memanfaatkan rest area secara bijak. (rez)