Daftar Harga BBM Pertamina di Sulawesi Hari Ini Minggu 29 Maret 2026, termasuk Sulut dan Gorontalo
Rizali Posumah March 30, 2026 02:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Harga minyak mentah dunia kini sedang tidak baik-baik saja. 

Kenaikan harga terus terjadi di tengah meningkatnya konflik di wilayah Timur Tengah, terutama di Selat Hormuz.

Sejumlah negara produsen di Timur Tengah juga telah memotong produksi hingga 10 juta barel per hari akibat eskalasi konflik.

Selat Hormuz adalah jalur perairan sempit dan strategis yang terletak antara Iran di utara dan Oman/Uni Emirat Arab di selatan.

Menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Selat Hormuz merupakan rute maritim paling vital di dunia, melintasi 20 persen pasokan minyak dan gas global. 

Situasi ini ikut berpengaruh juga pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia. 

Per Maret 2026, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM. 

Berdasarkan pantauan di situs Pertamina Patra Niaga, harga produk Pertamax masih di kisaran Rp 12.900 pada Minggu, 29 Maret 2026.

Meski begitu, harga BBM subsidi tidak berubah, pertalite masih Rp 10 ripu ber liter. 

 “Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan secara berkala dan tetap menjadikan harga Pertamax dan Dex Series sebagai yang paling kompetitif," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dilansir pertaminapatraniaga.com. 

Simak Daftar Harga BBM Pertamina di Sulawesi termasuk Sulawesi Utara dan Gorontalo

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Pertamax: Rp12.600 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp13.350 per liter
  • Biosolar: Rp6.800 per liter
  • Dexlite: Rp14.500 per liter
  • Pertamina Dex: Rp14.800 per liter

Kapal Indonesia Tertinggal di Selat Hormuz

Dua kapal milik Pertamina itu adalah Pertamina International Shipping (PIS) VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Kapal berisi bahan bakar minyak (BBM) ini harus parkir di Teluk Arab untuk menghindari "rudal nyasar" dari Iran yang sedang mempertahankan diri.

Bukan tanpa alasan, beberapa kapal tanker minyak Amerika Serikat pernah dirudal Iran saat melewati Selat Hormuz pada 14 Maret 2026.

Untuk menghindari hal yang sama, keduanya kini masih tertahan dan belum bisa melanjutkan perjalanan.

Di dalam negeri, pemerintah memutar otak agar kapal-kapal dengan muatan energi fosil itu bisa segera tiba memasok BBM ke Tanah Air.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, ini tidak mudah namun tidak juga mustahil untuk diusahakan.

Ia menegaskan, koordinasi intensif masih terus dibangun pemerintah Indonesia dengan Iran untuk mengeluarkan dua kapal RI dari kawasan konflik tersebut.

"Tapi komunikasi terus kita bangun," ucap dia.

Respons positif dari Iran Peran besar dalam koordinasi dan komunikasi intens dengan Iran ini diampu oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Kedutaan Besar RI di Teheran, Iran menjadi titik sentral komunikasi agar kapal-kapal yang terkatung-katung itu bisa segera pulang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mawengkang memberikan kabar positif terkait hasil terbaru komunikasi antara Iran dan Indonesia.

Dia bilang, Iran memberikan respons yang baik dan kondisi ini terus dipertahankan oleh para diplomat Indonesia yang bertugas.

Kini koordinasi berkembang hingga ke tahapan teknis hingga operasional untuk melewati Selat Hormuz.

"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran, yang saat ini sedang ditindaklanjuti oleh pihak terkait pada aspek teknis dan operasional," tutur Yvonne.

Sejumlah Faktor yang Dapat Mempengaruhi Harga Minyak Dunia:

Permintaan dan Penawaran Global: Prinsip ekonomi dasar di mana permintaan yang tinggi (misalnya saat pertumbuhan ekonomi pesat) dengan pasokan terbatas akan menaikkan harga, dan sebaliknya.

Kebijakan Produksi OPEC+: Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya mengontrol lebih dari 50 % pasokan minyak global dan sekitar 90?dangan minyak dunia. Kebijakan pemangkasan atau peningkatan produksi (kuota) berpengaruh langsung pada harga.

Ketegangan Geopolitik: Konflik atau ketidakstabilan politik di negara penghasil minyak utama (seperti Timur Tengah) sering mengganggu pasokan dan memicu lonjakan harga karena kekhawatiran kekurangan pasokan.

Nilai Tukar Dolar AS (USD): Minyak dunia diperdagangkan dalam mata uang dolar AS.

Ketika dolar menguat, minyak menjadi lebih mahal bagi negara dengan mata uang lain, yang cenderung menurunkan permintaan dan menekan harga.

Laporan Persediaan Minyak Mentah (EIA/API): Data mingguan mengenai stok minyak mentah AS dari EIA dan API sering menjadi acuan. Jika stok turun, harga cenderung naik, begitu sebaliknya.

Spekulasi Pasar: Trader dan investor di pasar berjangka (seperti WTI dan Brent) sering membeli kontrak minyak berdasarkan prediksi masa depan, yang dapat meningkatkan volatilitas harga.

Kapasitas Produksi & Teknologi: Penggunaan teknologi baru seperti fracking meningkatkan pasokan dan berpotensi menurunkan harga, meskipun metode ini juga memiliki biaya produksi yang berbeda-beda.

Faktor Cuaca: Bencana alam atau cuaca ekstrem dapat mengganggu operasional produksi dan kilang, membatasi pasokan, dan menaikkan harga. 

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.