TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Atlet UFC asal Sumatera Utara, Jeka Asparido Saragih menggelar ajang Jawara Fighting Championship memperebutkan Sabuk Gubernur Sumatera Utara, di Carnaval Arty Sampantao, Perdagangan, Simalungun pada 26-28 Maret 2026.
Event ini menjadi panggung bagi puluhan petarung, mulai dari atlet lokal Sumatera Utara hingga level nasional. Bahkan, ajang tersebut juga menghadirkan petarung internasional, salah satunya Ali Akbar dari Malaysia, yang turut meramaikan persaingan.
Selain itu, ajang ini juga menghadirkan pertandingan khusus untuk kategori usia junior, sebagai upaya menjaring dan membina bibit-bibit muda potensial sejak dini agar dapat berkembang menjadi atlet berprestasi di masa depan.
Jeka Saragih yang juga menjadi pelopor terselenggaranya Jawara Fighting Championship, mengatakan bahwa event ini tidak sekadar menghadirkan pertandingan, tetapi memiliki misi sosial yang kuat, khususnya bagi generasi muda di Sumatera Utara.
Ia menegaskan, ajang ini diharapkan menjadi wadah positif bagi para atlet sekaligus sebagai upaya menekan angka kenakalan remaja dan peredaran narkoba. Dengan adanya kegiatan olahraga yang terarah, anak-anak muda diharapkan lebih memilih jalur prestasi dibandingkan terjerumus ke hal-hal negatif. “Kita ingin menciptakan wadah bagi atlet-atlet di Sumatera Utara untuk bertanding. Tujuannya juga agar anak-anak muda lebih memilih olahraga, hidup sehat, dan menjauhi narkoba maupun kenakalan remaja,” kata Jeka kepada Tribun Medan.
Baca juga: Kalahkan Tanjungbalai United, Paya Bakung FC Pimpin Grup C Liga 4
Menurut Jeka, selama ini event olahraga tarung berskala besar lebih banyak terselenggara di kota-kota besar seperti Jakarta, melalui promotor besar seperti Byon Combat dan HSS. Ia pun ingin menghadirkan atmosfer serupa di Sumatera Utara agar para atlet daerah memiliki panggung yang layak.
“Kenapa di Jakarta bisa ada event besar, sementara di Sumatera Utara belum? Dari situ kita mencoba menghadirkan event ini agar atlet-atlet di sini punya kesempatan yang sama,” katanya.
Lebih lanjut, Jeka menjelaskan bahwa ajang ini juga menjadi sarana untuk mempertemukan atlet-atlet muda dengan petarung yang sudah memiliki nama besar. Harapannya, hal tersebut dapat memotivasi generasi baru untuk lebih giat berlatih dan memiliki mimpi besar di dunia olahraga tarung.
“Dengan adanya panggung ini, atlet yang belum dikenal bisa bertemu dengan yang sudah punya nama. Itu jadi motivasi agar mereka semakin serius dan percaya bahwa olahraga ini bisa menjadi masa depan,” jelasnya.
Dalam penyelenggaraannya, Jawara Fighting Championship mempertandingkan total 10 partai utama, sementara 50 partai lainnya akan digelar sebagai laga eksibisi. Pertandingan eksibisi dijadwalkan berlangsung pada Kamis dan Jumat, sedangkan partai puncak (main event) akan digelar pada Sabtu malam.
Menariknya, ajang ini tidak hanya berfokus pada olahraga tarung. Jeka juga menggabungkannya dengan pertunjukan seni dan budaya khas Sumatera Utara. Berbagai penampilan seperti tortor, pakaian adat, hingga ragam etnis akan ditampilkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah. (cr29/Tribun-Medan.com)