Tangis Orangtua Pecah, Kasus Kematian Sopiah di Tumpukan Sampah Belum Terungkap
Tim TribunTrends March 30, 2026 02:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Duka mendalam masih dirasakan pasangan suami istri, Sahimin dan Rusila, atas kematian tragis putri mereka, Sopiah (22), yang hingga kini belum terungkap.

Warga Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan itu berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus yang menimpa anak mereka.

Dengan suara bergetar, sang ibu menyampaikan kesedihannya dan meminta keadilan. Ia merasa putrinya diperlakukan tidak manusiawi setelah ditemukan meninggal di tumpukan sampah.

Keluarga juga berharap keterbatasan ekonomi mereka tidak menjadi penghalang dalam proses penegakan hukum.

 
Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan

Jasad Sopiah ditemukan dalam kondisi mengenaskan di pinggir jalan kawasan Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, pada 10 Maret 2026.

Tubuh korban saat ditemukan sudah dalam kondisi membengkak, menandakan telah meninggal beberapa hari sebelumnya.

Namun hingga kini, penyebab pasti kematian Sopiah masih menjadi misteri. Aparat kepolisian belum mengungkap apakah ada unsur tindak kriminal dalam kasus tersebut.

Kondisi ini membuat keluarga semakin terpukul karena belum mendapatkan kepastian atas nasib anak mereka.

 
Kronologi Hilang hingga Ditemukan Tak Bernyawa

Sebelum ditemukan meninggal, Sopiah dilaporkan hilang sejak 5 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WIB.

Sebelum ditemukan meninggal, Sopiah dilaporkan hilang sejak 5 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu, ia meninggalkan rumah dengan mengenakan kaos ungu dan celana panjang hitam, serta membawa ponsel.

Keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kehilangan tersebut ke pihak kepolisian setelah korban tidak kunjung pulang selama beberapa hari.

Lima hari setelah dinyatakan hilang, Sopiah justru ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi yang jauh dari rumahnya.

Menurut keterangan keluarga, tidak ada masalah yang diketahui sebelumnya yang bisa menjadi alasan korban pergi dari rumah.

Kini, keluarga hanya berharap satu hal: kebenaran segera terungkap dan pelaku, jika ada, dapat segera ditangkap.

Saat itu, ia meninggalkan rumah dengan mengenakan kaos ungu dan celana panjang hitam, serta membawa ponsel.

Keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kehilangan tersebut ke pihak kepolisian setelah korban tidak kunjung pulang selama beberapa hari.

Lima hari setelah dinyatakan hilang, Sopiah justru ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi yang jauh dari rumahnya.

Menurut keterangan keluarga, tidak ada masalah yang diketahui sebelumnya yang bisa menjadi alasan korban pergi dari rumah.

Kini, keluarga hanya berharap satu hal: kebenaran segera terungkap dan pelaku, jika ada, dapat segera ditangkap.

Tribun Jatim| Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.