Dokter Muda Diduga Meninggal karena Campak, Waspadai Gejala Awal hingga Komplikasi
Tim TribunTrends March 30, 2026 02:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus dugaan meninggalnya seorang dokter muda akibat Campak menjadi perhatian publik.

Dokter internship berinisial AMW (26) yang bertugas di RSUD Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia dengan status masih suspek campak. Pihak rumah sakit bersama instansi terkait kini masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium dari Kementerian Kesehatan.

Sebagai langkah antisipasi, RSUD Pagelaran mempercepat vaksinasi measles-rubella (MR) bagi tenaga kesehatan. Selain itu, dilakukan juga penelusuran kontak erat dan pemeriksaan kondisi seluruh pegawai untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga dapat berdampak serius pada orang dewasa.

 
Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai


Gejala campak biasanya muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah seseorang terinfeksi virus.

Pada tahap awal, penderita umumnya mengalami:

  • Demam
  • Pilek
  • Mata merah atau konjungtivitis
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk kering

Setelah beberapa hari, muncul ruam merah berupa bintik-bintik yang biasanya dimulai dari wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh hingga kaki. Pada fase ini, demam bisa meningkat menjadi cukup tinggi.

Penderita campak juga sangat mudah menularkan virus ke orang lain, bahkan sejak beberapa hari sebelum ruam muncul hingga beberapa hari setelahnya.

 
Penyebab dan Faktor Risiko


Campak disebabkan oleh virus yang sangat mudah menular, terutama melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin.

Risiko terkena campak meningkat pada orang yang belum mendapatkan vaksinasi. Selain itu, kekurangan vitamin A juga dapat memperparah kondisi jika terinfeksi.

Bepergian ke wilayah dengan kasus campak tinggi juga menjadi faktor yang meningkatkan risiko penularan.

 
Cara Penanganan dan Pencegahan


Hingga saat ini, tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan campak. Penanganan yang dilakukan umumnya bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Istirahat yang cukupMengonsumsi makanan bergizi, terutama yang kaya vitamin
  • Memperbanyak minum air putih
  • Mengonsumsi obat pereda demam sesuai anjuran dokter
  • Organisasi kesehatan dunia juga menyarankan pemberian vitamin A untuk membantu mengurangi risiko komplikasi serius.

Pencegahan paling efektif tetap melalui vaksinasi MR, yang dapat melindungi tubuh dari infeksi virus campak.

Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.