TRIBUNTRENDS.COM - Kasus dugaan meninggalnya seorang dokter muda akibat Campak menjadi perhatian publik.
Dokter internship berinisial AMW (26) yang bertugas di RSUD Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia dengan status masih suspek campak. Pihak rumah sakit bersama instansi terkait kini masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium dari Kementerian Kesehatan.
Sebagai langkah antisipasi, RSUD Pagelaran mempercepat vaksinasi measles-rubella (MR) bagi tenaga kesehatan. Selain itu, dilakukan juga penelusuran kontak erat dan pemeriksaan kondisi seluruh pegawai untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga dapat berdampak serius pada orang dewasa.
Gejala campak biasanya muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah seseorang terinfeksi virus.
Pada tahap awal, penderita umumnya mengalami:
Setelah beberapa hari, muncul ruam merah berupa bintik-bintik yang biasanya dimulai dari wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh hingga kaki. Pada fase ini, demam bisa meningkat menjadi cukup tinggi.
Penderita campak juga sangat mudah menularkan virus ke orang lain, bahkan sejak beberapa hari sebelum ruam muncul hingga beberapa hari setelahnya.
Campak disebabkan oleh virus yang sangat mudah menular, terutama melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin.
Risiko terkena campak meningkat pada orang yang belum mendapatkan vaksinasi. Selain itu, kekurangan vitamin A juga dapat memperparah kondisi jika terinfeksi.
Bepergian ke wilayah dengan kasus campak tinggi juga menjadi faktor yang meningkatkan risiko penularan.
Hingga saat ini, tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan campak. Penanganan yang dilakukan umumnya bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Pencegahan paling efektif tetap melalui vaksinasi MR, yang dapat melindungi tubuh dari infeksi virus campak.
Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad