Serangan Udara Guncang Irak, 5 Tewas di Kirkuk dan Mosul saat Konflik AS-Israel vs Iran Meluas
Tiara Shelavie March 30, 2026 06:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Serangan udara mengguncang wilayah Irak utara dan menewaskan sedikitnya lima orang di tengah meluasnya konflik kawasan.

Mengutip Al Jazeera, tiga pejuang Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) dan dua polisi Irak tewas dalam serangan yang menargetkan beberapa lokasi di Kirkuk dan Mosul.

Sumber keamanan Irak menyebut serangan terhadap markas PMF di dekat Bandara Kirkuk juga melukai dua pejuang dan enam tentara Irak lainnya.

PMF, kelompok paramiliter yang kini terintegrasi dalam militer Irak, menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak di balik serangan tersebut.

Namun, belum ada konfirmasi resmi dari kedua negara terkait tuduhan itu.

Laporan Reuters menyebut dua anggota polisi turut tewas dalam serangan udara terpisah di Mosul.

Irak Terseret Konflik Regional

Perkembangan ini menandai semakin meluasnya konflik antara AS-Israel dan Iran ke wilayah Irak.

Irak kini berada dalam posisi sulit di tengah tekanan dari dua kekuatan besar tersebut.

Di satu sisi, Baghdad memiliki hubungan erat dengan Iran, sementara di sisi lain juga menjalin kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat.

Situasi ini membuat Irak dinilai berada di “ujung tanduk” dalam menjaga stabilitas domestik.

Baca juga: Perang Iran Hari ke-24: Rudal dan Drone Mengarah ke Negara Teluk, Lebanon-Irak Ikut Tanggung Dampak

Serangan dan Balasan Terus Berlanjut

Sejak perang pecah pada akhir Februari, kelompok bersenjata pro-Iran di Irak dilaporkan aktif melancarkan serangan terhadap kepentingan AS.

Sebaliknya, kelompok-kelompok tersebut juga menjadi target serangan udara yang belum diklaim secara terbuka.

Mengutip laporan Dawn, serangan drone juga menargetkan wilayah Kurdistan Irak, termasuk di sekitar Duhok dan Erbil.

Sistem pertahanan udara dilaporkan berhasil mencegat sejumlah drone yang mengarah ke pangkalan militer dan fasilitas strategis.

Ketegangan Meningkat di Kurdistan

Serangan juga dilaporkan menyasar kediaman Presiden Wilayah Kurdistan, Nechirvan Barzani.

Perdana Menteri Kurdistan, Masrour Barzani, mengecam keras serangan tersebut dan mendesak pemerintah federal Irak untuk mengusut pelaku.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut eskalasi serangan di Irak sebagai perkembangan yang mengkhawatirkan.

Risiko Konflik Lebih Luas

Pemerintah Irak bersama Amerika Serikat kini berupaya meningkatkan koordinasi keamanan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Baca juga: Hormuz Terkunci! Manuver Prabowo ke Jepang-Korsel Pasca-Perang Iran Terungkap: Misi Darurat Energi!

Kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama guna mencegah serangan terhadap fasilitas strategis dan wilayah Irak.

Meski demikian, meningkatnya intensitas serangan menunjukkan bahwa Irak semakin terseret ke dalam konflik regional yang lebih luas.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.