Unggahan konten milik Esti Ernawati (28) melalui akun Instagram @estyernawaty viral menjadi perbincangan. Melalui konten-kontennya, perempuan di Tasikmalaya, Jawa Barat ini menceritakan perjuangannya bertarung melawan kondisi akalasia, melemahnya kemampuan saraf kerongkongan untuk mendorong makanan.
Kondisi itu membuatnya hanya bisa makan lewat selang nasogastric tube (NGT) dengan makanan yang sudah dihaluskan. Esti menceritakan kejadiannya bermula di tahun 2019.
Pada saat itu ia mengalami gejala seperti sakit tenggorokan, asam lambung keluar secara berlebih, sulit menelan, hingga perih di lambung. Karena gejala tersebut, ia memutuskan untuk pergi ke salah satu rumah sakit di Tasikmalaya dan dokter menemukan ada penyempitan kerongkongan bagian bawah, sehingga makanan tidak bisa didorong ke lambung.
Pada saat itu, seharusnya ia menjalani rujukan di salah satu rumah sakit di Bandung, tapi perawatannya terhenti karena terkendala biaya.
"Karena orang tua saya tidak punya biaya untuk melanjutkan pengobatan karena saat itu biaya untuk berobat dari uang pribadi, karena saya belum punya BPJS kesehatan," ungkap Esti pada detikcom, Minggu (29/3/2026).
Selama periode 2019-2022, Esti masih bisa makan secara langsung lewat mulut, tapi makanan perlu dihaluskan. Lama-kelamaan, bubur makanan yang dikonsumsi juga tidak bisa masuk.
Pada tahun 2024, kondisi Esti semakin drop karena asupan nutrisi yang kurang. Dokter akhirnya menyarankannya untuk menggunakan selang NGT agar tetap bisa memenuhi nutrisinya. Berat badan Esti saat itu sudah menyentuh angka 36 kg.
Lalu, ia akhirnya kembali dirujuk lagi ke sebuah rumah sakit di Bandung untuk menjalani prosedur endoscopic balloon dilation.
"Alhamdulillah saya bisa ditindak, tapi hasilnya tidak berhasil, karena saya masih belum bisa menelan makanan langsung ke lambung, ternyata saraf kerongkongan setelah dilatasi balon kembali ke semula mengerut dan menyempit," ceritanya.
Esti disarankan untuk melakukan operasi lanjutan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Namun, kini ia terkendala biaya, sembari mengumpulkan uang dan donasi.
Ia berharap bisa segera sembuh dan melakukan aktivitas kembali, seperti bekerja. Meski apa yang dilaluinya tak mudah, Esti tidak kehilangan semangatnya untuk sembuh.
"Agar bisa berjuang kembali bantu orang tua mencari nafkah. Karena semenjak Esti sakit barang-barang yang ada di rumah serta tabungan orang tua habis digunakan untuk berobat Esti," tandasnya.





