Pembagian Kupat Jembut Warnai Perayaan Syawalan di Kampung Jaten Cilik Semarang Berlangsung Meriah
Tribun-video March 30, 2026 08:56 AM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Tradisi Syawalan di Kota Semarang kembali berlangsung meriah. Ratusan warga Kampung Jaten Cilik, Pedurungan Tengah, memadati masjid sejak dini hari untuk mengikuti doa bersama dan berburu ketupat khas yang dikenal sebagai “Kupat Jembut”.Kegiatan yang digelar setiap tahun ini menjadi salah satu tradisi unik yang terus dilestarikan masyarakat di Semarang, khususnya di wilayah Jaten Cilik, Kelurahan Pedurungan Tengah.Sejak selepas salat Subuh, warga mulai berdatangan ke Masjid Roudhotul Muttaqin untuk mengikuti doa bersama yang berlangsung di serambi masjid.Meski langit masih gelap, halaman masjid sudah dipenuhi masyarakat dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.Tradisi Kupat Jembut yang DinantiSalah satu momen yang paling ditunggu adalah pembagian ketupat sayur khas yang disebut warga sebagai “kupat jembut”.Ketupat ini terlebih dahulu didoakan sebelum dibagikan kepada masyarakat secara bergiliran.Kemeriahan tradisi semakin terasa dengan nyala kembang api dan suara petasan yang mengiringi jalannya kegiatan.Tak hanya ketupat, beberapa warga juga turut membagikan uang kepada anak-anak yang ikut meramaikan acara.Antusiasme Warga dan Anak-anakSalah satu warga, Eko Ariyanto (41), terlihat ikut mengantre bersama anaknya untuk mendapatkan ketupat.“(Ketupat jembut) ini ketupat dengan isi gudangan. Rasanya gurih banget,” ujarnya kepada Tribun Jateng di lokasi, Sabtu (28/3/2026).Eko mengaku rutin mengikuti tradisi tersebut setiap tahun dan merasakan antusiasme warga yang tidak pernah surut.“Ini setiap tahun ada. Alhamdulillah semua warga antusias untuk merayakannya, terutama anak kecil,” ujarnya.Suasana semakin semarak saat ratusan anak ikut berburu ketupat dan uang.Setelah dari masjid, mereka berkeliling ke rumah-rumah warga lain yang juga menyediakan kupat jembut atau membagikan uang.Anak-anak tampak membawa kantong plastik untuk menampung hasil yang mereka dapatkan dari setiap rumah yang dikunjungi.Tradisi yang Dinantikan Setiap TahunSalah satu anak, Sifa (13), mengaku sudah menantikan tradisi Syawalan sejak pagi hari.“Ini masih dapat satu. Kalau biasanya sampai selesai kadang dapat 10 ketupat,” ujar Sifa sembari bersiap melanjutkan ke rumah warga lainnya.Ia menuturkan bahwa kupat jembut memiliki cita rasa khas dengan perpaduan gurih, manis, dan pedas yang membuatnya selalu ingin kembali mengikuti tradisi tersebut setiap tahun.“Uangnya banyak juga. Biasanya dapat sampai Rp50 ribu. Uangnya untuk aku tabung,” ucapnya.Tradisi berbagi juga terlihat dari warga yang membagikan uang kepada anak-anak.Tatik (43), salah satu warga, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan Syawalan di Kampung Jaten Cilik.Ia menjelaskan, pembagian uang dilakukan sebagai bentuk perayaan setelah menjalani ibadah puasa, termasuk puasa enam hari di bulan Syawal.“Biasanya yang menunaikan puasa enam hari di bulan Syawal merayakannya pada hari ini. Mereka seperti merayakan Idulfitri dua kali, setelah puasa Ramadan selama 30 hari, lalu ditambah puasa enam hari di bulan Syawal,” kata Tatik.Ia menambahkan, tradisi tersebut juga menjadi upaya warga untuk melestarikan adat setempat. Jika sebelumnya pembagian lebih banyak berupa ketupat, kini sebagian warga menggantinya dengan uang.Menurut Tatik, pembagian uang umumnya ditujukan untuk anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.Sementara remaja yang lebih tua biasanya tetap mengikuti, namun berada di antrean belakang.“Uang yang disediakan ada Rp1.000, Rp2.000, hingga Rp5.000. Paling banyak Rp5.000,” sebutnya. (*)Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Foto-foto Kemeriahan Pembagian Kupat Jembut di Kampung Jaten Cilik Semarang, https://jateng.tribunnews.com/semarang/1248123/foto-foto-kemeriahan-pembagian-kupat-jembut-di-kampung-jaten-cilik-semarang?page=all.Program: Local ExperienceEditor: Faiz Fadhilah#LocalExperience #syawalan #KupatJembut #tradisi #lebaran2026 #kearifanlokal #tradisiindonesia #budaya #semarang #shortvideo
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.