Renungan Harian Katolik Senin 30 Maret 2026, 'Wangi Kasih yang Tak Terhitung'  
Edi Hayong March 30, 2026 10:38 AM

Oleh : RP. John Lewar SVD

Biara St. Josef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor NTT

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Senin 30 Maret 2026 Hari Senin Dalam Pekan Suci dari RP. John Lewar SVD berjudul : 'Wangi Kasih yang Tak Terhitung'.

Renungan Harian Katolik dari RP. John Lewar SVD merujuk pada Bacaan I: Yes 42:1-7; Mzm 27:1.2.3.13-14; Yoh 12:1-11. Warna Liturgi Ungu

Enam hari sebelum Paskah, Yesus singgah di Betania dalam sebuah perjamuan. Di sana ada Lazarus yang telah dibangkitkan, Marta yang sibuk melayani, dan Maria yang membawa keheningan penuh makna.

Dalam momen tersebut, Maria melakukan sesuatu yang sangat luar biasa dan tidak terduga. Ia mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang sangat mahal harganya untuk meminyaki kaki Yesus.

Maria tidak sekadar memberi, ia memberikan yang terbaik yang ia miliki tanpa sisa. Ia menyeka kaki Yesus dengan rambutnya, sebuah simbol kerendahan hati yang paling dalam di hadapan Sang Guru.

Seketika itu juga, bau harum minyak narwastu tersebut memenuhi seluruh isi rumah. Wangi itu menjadi kesaksian akan sebuah kasih yang tulus, murni, dan sama sekali tidak berhitung.

Namun, di tengah keindahan kasih itu, muncul suara sumbang dari Yudas Iskariot. Ia menggunakan topeng kepedulian terhadap orang miskin untuk menutupi ketamakan di dalam hatinya.

Bagi dunia yang penuh perhitungan, tindakan Maria mungkin dianggap sebagai sebuah pemborosan yang tidak perlu. Namun, bagi Yesus, tindakan itu adalah persiapan yang indah bagi hari penguburan-Nya yang sudah dekat.

Yesus membela Maria karena Ia melihat melampaui angka dan nilai mata uang. Ia melihat sebuah hati yang menyadari bahwa kesempatan untuk mencintai Tuhan secara langsung adalah anugerah yang sangat singkat.

Sering kali, kita terjebak dalam logika Yudas yang selalu menghitung untung dan rugi dalam melayani. Kita sering bertanya, “Berapa banyak waktu atau harta yang harus saya berikan agar saya tetap aman?”

Padahal, Tuhan tidak pernah berhitung saat memberikan nyawa-Nya bagi kita di kayu salib. Kasih Allah adalah kasih yang “boros”, yang memberikan segalanya demi keselamatan jiwa-jiwa kita.

Maria mengajar kita bahwa pelayanan sejati dimulai saat kita berhenti berhitung di hadapan Tuhan. Saat kasih kita total, kehidupan kita akan memancarkan “bau harum” yang menginspirasi orang-orang di sekitar kita.

Mari kita belajar untuk memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki hari ini. Entah itu waktu, talenta, atau perhatian tulus bagi mereka yang sedang menderita dan membutuhkan.

Jangan biarkan hati kita menjadi keras dan penuh kepura-puraan seperti Yudas. Jadilah pribadi yang berani memberikan persembahan harum bagi kemuliaan Tuhan melalui tindakan kasih yang nyata.

Doa

Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur atas teladan kasih Maria dari Betania yang sangat menyentuh hati kami. Ajarlah kami untuk memiliki hati yang tulus dan berani memberikan yang terbaik bagi-Mu tanpa rasa takut kehilangan.

Bersihkanlah batin kami dari segala bentuk kepalsuan, ketamakan, dan perhitungan yang menghalangi kami untuk mencintai-Mu dengan sungguh. Semoga kehadiran kami di tengah dunia mampu membawa keharuman kasih Kristus bagi sesama yang sedang berputus asa.

Tuntunlah langkah kami agar selalu setia mendampingi-Mu, terutama saat Engkau memikul salib menuju keselamatan kami. Biarlah seluruh hidup kami menjadi persembahan yang berkenan di hadapan-Mu, kini dan sepanjang masa. Amin.

Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Senin dalam Pekan Suci, hari ke 35 Masa Prapaskah. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.