Sosok Guru IK yang Viral Tawarkan Layanan Seksual ke Pelajar hingga Dewasa di Depok, Begini Nasibnya
Musahadah March 30, 2026 12:32 PM

 

SURYA.CO.ID – Ini lah sosok IK, oknum guru di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat yang diduga menawarkan layanan seksual di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Aksi IK terungkap saat seorang warga yang tengah membeli bakso tiba-tiba dihampiri IK pada Kamis (26/3/2026) malam. 

Dia membawa secarik kertas berisi daftar tarif layanan seksual di kawasan Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan. 

Tarif yang ditawarkan berbeda, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga orang dewasa, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp100.000.

Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra mengakui hal itu. 

Baca juga: Kronologi Temuan Mayat Pria dalam Freezer di Kedai Ayam Geprek di Bekasi, Tanpa Tangan dan Kaki

“Ada seseorang yang tidak dikenal tiba-tiba menghampiri warga itu sambil menawarkan dan memberikan lembaran kertas yang tertuju mengenai berhubungan seks dengan sesama jenis,” ujar Galuh dikutip Kompas.com, Sabtu (28/3/2026). 

Kejadian tersebut membuat warga resah.

Cerita itu kemudian sampai ke keluarga, hingga akhirnya pelaku dipancing kembali ke lokasi. 

Saat IK kembali datang, warga langsung menegur dan menggeledah barang bawaannya. 

Dalam kondisi emosi, ia dibawa ke rumah salah satu warga untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan botol obat bertuliskan Telado yang diketahui merupakan obat untuk pengobatan HIV. 

“Dimediasi hingga dibuat video rekaman perjanjian agar si pelaku tidak berbuat aksi seperti itu di setiap wilayah mana pun,” kata Galuh. 

Meski sempat diamankan, IK tidak diserahkan ke polisi. Ia dipulangkan oleh warga, sementara ponselnya disita.

Siapakah IK? 

Zarkasih, perwakilan yayasan tempat IK mengajar mengatakan, pelaku sudah dipecat tuidak dengan hormat dari yayasannya. 

Dikatakan, pelaku mengajar di sekolahnya sejak 2017.

Di sekolah itu, pelaku mengajar Bahasa Inggris dan bertugas sebagai operator sekolah.

Selama bertugas, oknum guru tersebut tidak menampakan gelagat mencurigakan, bahkan terkesan bertanggung jawab dengan tugas-tugasnya.

“Karena memang pribadinya luar biasa, ya tidak hanya sekadar saya, tapi juga teman-teman lain punya pendapat yang sama,” ujarnya.

Setelah video aksi IK viral, pihak yayasan langsung menggelar rapat darurat dan memutuskan oknum tersebut dipecat pada Jumat (27/3/2026).

“Mengenai hal-hal yang viral, kita dari sekolah dalam hal ini yayasan, persisnya di hari Jumat kemarin bersama kepala madrasah sudah berkumpul dan memberikan sebuah pernyataan tegas bahwa YBS ini sudah dinonaktifkan,” kata Zarkasih saat ditemui, Senin (30/3/2026).

Pihak yayasan saat ini juga tengah berkoordinasi dengan bagian kemahasiswaan untuk memantau kondisi para siswa.

Meskipun, tidak ditemukan adanya korban dari kalangan siswa dan pelaku juga mengaku tidak pernah menawarkan jasa seksual di lingkungan sekolah.

“Berkoordinasi dengan instansi luar seperti Dinas Kesehatan Kota Depok (melalui Puskesmas Kedaung) dan Polsek Sawangan untuk mendalami detail kasus tersebut,” jelasnya.

Dipanggil Kemenag

Kepala Kantor Kementerian Agama Depok, Enjat Mujiat membenarkan bahwa terduga pelaku kejahatan seksual tersebut merupakan oknum guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta di wilayah Sawangan.

Pelaku berinisial IK sudah mengajar di sekolah tersebut kurang lebih selama 14 tahun sebagai guru honorer.

“Betul kang info tersebut, dia guru honor sudah 14 tahun di MTs,” kata Enjat dikutip dari WartaKota, Minggu (29/3/2026).

Saat ini, kasus tersebut diserahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Kementerian Agama Kota Depok juga berencana memanggil kepala sekolah tempat IK mengajar guna meminta keterangan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

Pemanggilan dilakukan untuk memastikan kronologi serta status kepegawaian yang bersangkutan secara administratif.

Diduga Idap HIV

Dari hasil interogasi warga, pelaku diduga pengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus) .

Kasus dugaan penawaran jasa seksual itu kini tengah ditangani pihak kepolisian.

Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra memastikan pihaknya sudah mengecek ke lokasi dan masih menelusuri keberadaan IK serta mengumpulkan barang bukti.

Terkait kondisi kesehatan IK, polisi belum dapat memastikan. 

“Untuk pria itu belum diketahui karena yang bisa mengecek itu adalah dokter. Jadi belum ketahuan itu benar atau asumsi,” jelas Galuh. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.