Inggris bukan tempat terbasah di bumi, tapi cuaca kelabu dan hujan tipisnya sudah melekat menjadi identitasnya.
adalah sebuah ungkapan yang diucapkan orang orang Inggris sejak abad ke-17 ketika hujan mengguyur jalanan. Ungkapan itu masih diucapkan awal tahun ini, ketika Inggris mengalami awal tahun 2026 yang sangat basah.
Identitas ini didapat karena letak geografis Inggris yang berada dekat dengan Samudra Atlantik. Angin yang bergerak ke arah Inggris dari samudra membawa awan yang berisi hujan, seperti dikutip dari
Kini gambaran tentang cuaca kelabu, payung dan gerak orang-orang yang bergerak terburu-buru karena angin menjadi ciri khas Inggris.
Fox Umbrellas, yang berbasis di Croydon, London Selatan, telah membuat payung sejak tahun 1868 dan menjadi saksi akan identitas ini. Perusahaan itu telah memproduksi 20.000 hingga 25.000 payung per tahun, beberapa di antaranya mungkin pernah Anda lihat di layar kaca dalam acara-acara seperti " atau "
"Banyak orang menganggap pulau kami sebagai tempat yang sering hujan," kata Direktur Pelaksana Fox Umbrellas, Paul Garrett.
Banyak orang menganggap payung sebagai barang khas Inggris, katanya. Pada zaman Victoria, seorang pria tidak dianggap berpakaian rapi jika tidak mengenakan topi bowler dan membawa payung, tambahnya.
Tren ini mulai dipahami oleh turis, banyak yang ingin mencoba menjadi warga Inggris seutuhnya dengan membawa payung di tengah cuaca kelabu.
"Kami menerima banyak turis yang menghargai pentingnya fungsionalitas dan keanggunan payung untuk melengkapi pakaian mereka," kata Garrett.
"Kami juga menerima pengunjung dari negara lain yang secara khusus datang untuk memesan payung khusus dan dapat menghabiskan banyak waktu untuk memilih setiap detailnya," tambahnya.
Sementara jutaan orang memesan produk-produk terkait hujan dari Inggris, yang lain datang ke Inggris untuk menikmati cuaca mendung di sana secara langsung.
Pada tahun 2015, surat kabar Guardian menerbitkan sebuah artikel jenaka yang menguraikan "20 tanda Anda sedang berlibur di Inggris", di dalamnya semua kategori hanya berisi ejekan bahwa hujan akan turun setiap saat.
Sekilas, liburan di Inggris yang hujan tampak seperti lelucon belaka. Namun banyak yang berpendapat sebaliknya. "Cuaca hujan tidak membatasi pengalaman di Inggris," jelas Carl Walsh, wakil presiden senior VisitBritain.
"Cuaca hujan hanya mengungkapkan sisi lain negara ini, dari garis pantai yang berubah-ubah hingga kota-kota yang ramai, dan Inggris terus menawarkan momen-momen luar biasa bahkan di hari-hari hujan sekalipun," ungkapnya.
Bahkan, menurut Walsh, terkadang hujan deras dapat meningkatkan pengalaman. "Di Ingleton Waterfalls Trail di Yorkshire Dales, Anda benar-benar melihat bagaimana cuaca membentuk lanskap," kata Walsh.
Setelah hujan, air terjun menjadi sangat deras dan seluruh rute terasa lebih hidup, yang merupakan bagian dari apa yang membuat daerah itu begitu menarik untuk dikunjungi. "Gaping Gill, sebuah gua seukuran katedral yang kadang-kadang dapat diakses, yang terbentuk oleh air terjun di wilayah yang sama, adalah contoh lain," katanya.
Air terjun bawah tanah itu tampak mengesankan dalam kondisi apa pun, tetapi curah hujan di atas tanah dapat membuat penurunan menjadi lebih dramatis. "Ini adalah pengalaman langka yang menunjukkan bagaimana pemandangan alam Inggris bisa sama menakjubkannya di hari yang basah," jawabnya.





