TRIBUNPALU.COM - Bacaan Niat Puasa Syawal 2026, sampai kapan Puasa Syawal bisa dilakukan, bolehkah digabungkan dengan puasa lainnya?
Di Bulan Syawal ini umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah syawal.
Umat muslim juga dianjurkan untuk mendahulukan untuk melaksanakan puasa qadha dari puasa Ramadan yang belum terlaksana.
Bagi umat muslim yang memiliki utang puasa, bisa membayar hutang puasa terlebih dahulu, baru kemudian dilanjutkan dengan puasa Syawal, agar memperoleh keutamaan yang sempurna.
Adapun pelaksanaan Puasa Syawal paling utama dikerjakan berurutan selama 6 hari, yakni mulai tanggal 2-7 Syawal atau mulai Minggu 22 Maret 2026.
Dijelaskan juga puasa sunnah tersebut dapat dilakukan selama bulan Syawal yakni sampai hari Senin, 28 April 2025.
Keutamaan menjalankan puasa Syawal terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Muslim, berasal dari Abu Ayyub Al Anshori yang pernah mendengar sabda Nabi Muhammad SAW.
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR Muslim).
Hadis yang menjadi dalil utama pelaksanaan puasa sunah Syawal dapat dilihat dari Abu Ayyub Al Anshori. Berdasarkan riwayat tersebut, puasa sunah Syawal dikerjakan selama 6 hari lamanya.
Bisakah menggabungkan puasa syawal dengan puasa Senin Kamis?
Adapun, mengenai puasa Senin dan Kamis, dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa puasa tersebut adalah puasa sunnah yang ditunggu-tunggu Rasulullah SAW. Beliau mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.
Dari Aisyah RA, ia mengatakan:
"Rasulullah SAW sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis." (HR Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Imam Ahmad)
Lantas dalam pelaksanaannya, puasa enam hari bulan Syawal bisa bertepatan dengan hari Senin dan hari Kamis.
Dalam keadaan demikian, apakah boleh berniat puasa Syawal sekaligus berniat puasa hari Senin atau hari Kamis?
Menurut para Ulama, menggabungkan niat puasa Syawal dengan niat puasa hari Senin atau hari Kamis hukumnya adalah boleh dan sah.
Ini disebabkan karena puasa Syawal dan puasa hari Senin atau hari Kamis memiliki kesamaan dalam jenis dan bentuk ibadahnya, yaitu keduanya sama-sama berupa ibadah puasa sunnah.
Sehingga keduanya boleh digabung dan dilakukan secara bersamaan.
Syaikh Abu Bakar Syatha dalam Kitab I'anatut Thalibin mengatakan, seseorang yang berniat menggabungkan dua puasa sunnah, maka dia mendapatkan keduanya. Ia mengibaratkan hal ini seperti bersedekah kepada keluarga yang niat sedekah dan silaturahmi.
"Ketahuilah terkadang ditemukan dua sebab dalam puasa, seperti puasa Arafah atau Asyura bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, atau hari Senin atau Kamis bertepatan dengan puasa enam hari Syawal. Dalam keadaan ini, sangat dianjurkan berpuasa untuk menjaga dua sebab tersebut. Jika seseorang berniat melakukan keduanya, maka dia mendapatkan keduanya" jelasnya.
Berikut bacaan niat puasa sunah Syawal dan puasa sunah Senin Kamis atau menggabungkan keduanya.
Untuk membaca niatnya, adalah dengan membaca niat puasa Syawal sekaligus Senin Kamis secara bergantian.
Niat Puasa Syawal
Nawaitu Shauma Ghadin ‘Ansittatin Min Syawaali Sunnatan Lillaahi Ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat berpuasa sunnah 6 Hari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa Syawal
Berikut 4 keutamaan puasa syawal, lengkap dengan bacaan niat dan cara melaksanakannya.
Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan di awal bulan Syawal.
Ini merupakan amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam setelah selesai menjalani ibadah puasa Ramadan.
Dikutip dari baznas.go.id, puasa syawal lebih baik diamalkan sejak tanggal 2 Syawal atau setelah Idul Fitri.
Bulan syawal bisa menjadi tolak ukur apakah amalan puasa Ramadan kita diterima Allah SWT atau tidak.
Mengutip baznasjabar.org, terdapat beberapa keutamaan melaksanakan puasa di bulan Syawal.
Keutamaan Puasa di Bulan Syawal
1. Puasa di bulan Syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh
َ”Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164).
2. Puasa Syawal sama halnya dengan shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib.
Maksudnya bahwa puasa Syawal akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada puasa wajib di bulan Ramadhan sebagaimana shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan ibadah wajib.
Amalan sunnah seperti puasa Syawal nantinya akan menyempurnakan puasa Ramadhan yang seringkali ada kekurangan di sana-sini.
3. Melakukan puasa Syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan
Ketika membicarakan faedah puasa Syawal, Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
“Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena jika Allah menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan saleh setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah diikutkan dengan kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.”
4. Melaksanakan puasa Syawal merupakan bentuk syukur kepada Allah
Nikmat ampunan dosa yang begitu banyak di bulan Ramadhan sangat perlu kita syukuri.
Bukankah kita telah ketahui bahwa melalui amalan puasa dan shalat malam selama sebulan penuh adalah sebab datangnya ampunan Allah.
Begitu pula dengan amalan menghidupkan malam lailatul qadr di akhir-akhir bulan Ramadhan.
Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Tidak ada nikmat yang lebih besar dari anugerah pengampunan dosa dari Allah.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 388)
Hukum Puasa Syawal
Hukum puasa Syawal adalah sunnah muakkadah, artinya sunnah yang sangat dianjurkan.
Rasulullah saw telah menjelaskan dalam haditsnya bahwa orang yang berpuasa Ramadan kemudian disambung dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka akan memperoleh pahala senilai puasa sepanjang tahun.
“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun.” (HR. Muslim)
Keutamaan melaksanakan puasa di bulan Syawal diibaratkan seperti melakukan puasa tanpa henti atau mendapatkan pahala puasa selama setahun penuh.
Hal ini diartikan bahwa, bagi yang melaksanakan amalan ini dihitung sebagai pahala puasa yang dilipatgandakan oleh Allah.
Tata cara berpuasa di bulan Syawal hampir sama seperti tata cara puasa di bulan lainnya.
Namun yang membedakan hanyalah niatnya saja.
Tata cara Puasa Syawal: