Banjir di Batu Mandi Banggai, 22 Rumah Terdampak, BPBD Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Fadhila Amalia March 30, 2026 09:29 AM

TRIBUNPALU.COM. PALU - Banjir melanda Desa Batu Mandi, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, akhir pekan lalu, mengakibatkan sebanyak 22 rumah warga terdampak.

Hal ini diungkapkan oleh Plt Kepala BPBD Sulteng, Asbudianto mengatakan banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah pegunungan di Kecamatan Balantak Utara.

Curah hujan tinggi di hulu sungai menyebabkan aliran air meluap hingga memasuki permukiman warga dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Sulteng: Senin 30 Maret 2026, Hujan Ringan di 10 Wilayah, Morowali dan Sigi Kabut

“Curah hujan tinggi di wilayah hulu menyebabkan sungai meluap dan air masuk ke permukiman warga. Tinggi air di beberapa titik mencapai lutut orang dewasa,” ujar Asbudianto.

Dari laporan sementara, dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan sedang, sementara dua rumah ibadah, yakni gereja, serta satu kantor desa juga terdampak banjir.

Tiga Kepala Keluarga (KK) memilih mengungsi secara mandiri ke lokasi yang lebih aman, sementara pendataan korban jiwa masih terus dilakukan.

BPBD Sulteng segera berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banggai untuk meninjau lokasi dan melakukan asesmen dampak banjir.

Tim juga bekerja sama dengan aparat desa setempat untuk memastikan penanganan darurat dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Baca juga: Penghentian Sementara dinilai Tak Cukup, Safri Desak Bongkar Kelalaian Tambang PT Heng Jaya

“Kami telah menurunkan tim ke lokasi untuk pendataan dan koordinasi penanganan darurat bersama pemerintah desa. Semua langkah ini dilakukan agar masyarakat terdampak bisa mendapatkan bantuan secepatnya,” kata Asbudianto.

BPBD Sulteng juga menekankan kebutuhan mendesak saat ini, antara lain bantuan logistik berupa makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya.

Selain itu, diperlukan material bangunan seperti papan dan balok kayu untuk perbaikan rumah, serta pembangunan bronjong sepanjang sekitar 300 meter guna mencegah banjir susulan.

Meski kondisi di lokasi mulai berangsur kondusif, Asbudianto mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: Jinurain Lamakatutu Tekankan Kebersamaan dalam Halal Bi Halal Tiga Kerukunan Keluarga di Labuan

Warga diimbau untuk tidak kembali ke rumah yang terdampak sebelum mendapat izin dari pihak berwenang, serta menjaga keselamatan diri dan keluarga.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.