Dinkes Bandar Lampung Temukan 50 Lebih Suspek Campak, Mayoritas Belum Imunisasi
Robertus Didik Budiawan Cahyono March 30, 2026 11:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mencatat puluhan kasus suspek campak yang tersebar di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung mengatakan bahwa isu campak saat ini bukan hanya terjadi secara lokal, melainkan sudah menjadi perhatian pemerintah pusat.

Hal itu ditandai dengan adanya surat edaran dari Menteri Kesehatan yang meminta seluruh daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan suspek campak di berbagai provinsi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah, termasuk Kota Bandar Lampung, (16/3/2026).

"Meski surat edaran wali kota masih dalam proses, kami tidak menunggu. Kami langsung bergerak cepat memastikan kondisi di lapangan," ujar Muhtadi, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Lonjakan Kasus Campak Mengkhawatirkan, Kemenkes Keluarkan Peringatan Serius

Muhtadi mengatakan berdasar data dari 31 puskesmas di Kota Bandar Lampung ditemukan sekitar 51 kasus suspek campak pada balita.

Sementara itu, laporan dari sejumlah rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, mencatat total hingga 169 kasus suspek. Meski belum semuanya dipastikan berasal dari warga Bandar Lampung.

Muhtadi menjelaskan, seluruh kasus tersebut masih berstatus suspek karena memerlukan pemeriksaan laboratorium lanjutan untuk memastikan positif atau tidaknya campak.

Sampel pemeriksaan bahkan harus dikirim ke laboratorium rujukan di Palembang."Kasus-kasus ini sudah ditangani cepat oleh puskesmas, sekaligus dilakukan pemantauan dan penanganan langsung di masyarakat," jelasnya.

Selain penanganan medis, Dinkes juga mengintensifkan komunikasi, edukasi, dan informasi (KIE) kepada masyarakat melalui posyandu, kader kesehatan, hingga Tim Penggerak PKK.

Masyarakat, khususnya para orang tua, diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam.

Dinkes juga memastikan upaya jemput bola dilakukan bagi balita yang belum mendapatkan imunisasi campak.

Dari data yang dihimpun, sebagian besar kasus suspek terjadi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi.

Rinciannya, sebanyak 104 kasus berasal dari anak yang belum imunisasi, 24 kasus dengan imunisasi tidak lengkap, dan hanya 30 kasus pada anak dengan imunisasi lengkap.

"Ini menunjukkan bahwa imunisasi campak sangat penting. Efektivitasnya bisa mencapai 97 persen dalam mencegah penyakit," tegas Muhtadi.

Pihaknya berharap seluruh balita di Kota Bandar Lampung mendapatkan imunisasi lengkap sebagai langkah utama menekan penyebaran campak.

Dinkes pun akan terus menggencarkan edukasi serta meningkatkan cakupan vaksinasi demi melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tersebut.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.