TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Ustaz Fahri Djafar, meninggal dunia, Senin (30/3/2026).
Ini sosok Ustaz Fahri Djafar yang mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Wahidin Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Ketua MUI Pohuwato Gorontalo Meninggal, Keluarga-Rekan Mengenang Sosok Baik Hati Ustaz Fahri Djafar
Kepergian Ustaz Fahri Djafar meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Pohuwato dan Boalemo.
Sang ustaz dikenal sebagai sosok alim, bijak, dan penuh keteladanan.
Ustaz Fahri Djafar memiliki nama lengkap Drs. KH. Fahri J. Djafar, M.Hi.
Jabatan terakhirnya adalah sebagai Ketua MUI Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Fahri Djafar adalah pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama di Kabupaten Boalemo.
Dia dikenal sebagai tokoh agama yang aktif berdakwah, disegani masyarakat, dan menjadi panutan umat.
Selain kiprahnya di bidang keagamaan, mendiang Ustaz Fahri Djafar merupakan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki karier panjang di Kementerian Agama.
Penyandang gelar Magister Ilmu Hukum itu tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag di Kabupaten Boalemo selama 13 tahun.
Sebelum akhirnya dia dilantik pada 24 Februari 2023 untuk menjalankan tugas di Kabupaten Pohuwato hingga masa jabatannya berakhir.
Fahri Djafar aktif menggerakkan majelis taklim, khutbah, dan ceramah di berbagai masjid di Pohuwato.
Dakwahnya dikenal menyejukkan, menekankan persatuan umat, serta menghindari perpecahan.
Sebagai Ketua MUI, dia terlibat dalam memberikan fatwa, nasihat keagamaan, serta menjadi rujukan masyarakat dalam isu-isu syariah dan sosial.
Ustaz Fahri dikenal mendorong santri dan pemuda untuk menekuni pendidikan agama, serta sering hadir dalam kegiatan pesantren dan sekolah Islam.
Fahri juga berperan menjaga keharmonisan antarumat beragama di Pohuwato, dengan pendekatan dialog dan musyawarah.
Sebagai mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Boalemo, ustaz Fahri meninggalkan jejak kepemimpinan yang bersih, disiplin, dan penuh integritas.
Memulai pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Agama.
Ustaz Fahri dikenal sebagai sosok yang disiplin, berintegritas, dan dekat dengan masyarakat.
Menjabat sebagai pimpinan Kemenag Boalemo, banyak berperan dalam pembinaan kehidupan beragama, penguatan madrasah, serta menjaga kerukunan antarumat beragama.
Setelah menyelesaikan masa tugasnya, beliau tetap aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial, tidak pernah berhenti membimbing masyarakat.
Dipercaya memimpin MUI Pohuwato, Gorontalo. Dalam posisi ini, ustaz Fahri menjadi rujukan utama masyarakat dalam masalah keagamaan, fatwa, dan pembinaan umat.
Kabar meninggalnya Ustaz Fahri Djafar disampaikan anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Limonu Hippy.
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...Telah berpulang ke rahmatullah Bpk.KH.Drs.Fahri Djafar, S.Ag. M.Hi. (Om Pa'a)," tulis Limonu Hippy di laman Facebook pribadinya, Senin.
Pihak kerabat sedang berupaya memfasilitasi proses pemulangan jenazah dari Makassar menuju Provinsi Gorontalo.
Informasinya, pihak keluarga berencana membawa jenazah Ustaz Fahri Djafar ke Kabupaten Boalemo.
Jenazah Ustaz Fahri Djafar akan dikebumikan di tempat pemakaman keluarga yang berlokasi di wilayah Kecamatan Mananggu, Provinsi Gorontalo pada hari ini.
Sebelum meninggal dunia, Ustaz Fahri Djafar tengah berjuang melawan penyakit hepatitis dan asam lambung yang dideritanya.
Kondisi kesehatannya mulai menurun sejak awal Maret 2026.
Ustaz Fahri menjalani perawatan di RSUD Clara Gobel, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo mulai 4 Maret lalu.
Setelah enam hari menjalani perawatan di RSUD Clara Gobel, kondisi kesehatan Ustaz Fahri Djafar semakin memburuk secara signifikan.
Hal ini menyebabkan tim medis memutuskan untuk merujuk Ustaz Fahri ke RSUD Aloei Saboe di Kota Gorontalo pada Selasa (10/3/2026).
Upaya medis terus dilakukan hingga akhirnya harus dirujuk kembali ke RS Wahidin Makassar untuk mendapatkan penanganan yang lebih spesifik hingga saat-saat terakhirnya.