Pria Tawarkan Jasa Seksual Tarif Rp 20 - 100 Ribu Ternyata Guru, Disakunya Ada Obat HIV, Warga Resah
muslimah March 30, 2026 11:55 AM

TRIBUNJATENG.COM - Viral pria berbaju kuning  menawarkan jasa layanan seksual lewat kertas dengan tarif Rp 20 - 100 ribu.

Tarif tersebut berbeda untuk pelajar, mahasiswa dan dewasa.

Diketahui jika pria tersebut berinisial IK (35). Sementara peristiwanya terjadi di Jalan Cendana, Serua, Tangerang Selatan, Banten.

Baca juga: Dokter Tifa Sebut 2 Sosok yang Mendatanginya, Merayu untuk Temui Jokowi di Solo

Baca juga: Teka-teki Nama Rafinha Tak Muncul Dalam Pesta Gol PSIS vs Persipal, Sang Bomber Ungkap Kekecewaannya

Setelah melalui pemulusuran, diketahui jika IK ternyata adalah seorang guru MTs di wilayah Sawangan, Kota Depok.

Statusnya telah dikonfirmasi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Depok, Enjat Munjiat.

Kini IK dikabarkan telah diberhentikan.

"Menurut laporan yang saya dapat, guru tersebut sudah diberhentikan oleh pihak yayasan," ujar Enjat Munjiat saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2026) malam.

Kronologi Kejadian

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Cendana, Serua, Tangerang Selatan, Kamis (26/3/2026)

Awalnya, seorang warga tengah membeli bakso di lokasi tersebut.

Tiba-tiba, pria yang diduga pelaku menghampiri dan memberikan secarik kertas berisi penawaran layanan seksual dengan tarif berbeda untuk pelajar, mahasiswa, dan dewasa.

“Ada seseorang yang tidak dikenal tiba-tiba menghampiri warga itu sambil menawarkan dan memberikan lembaran kertas yang tertuju mengenai berhubungan seks dengan sesama jenis,” jelas Kapolsek Pamulang, Galuh Febri Saputra

Warga yang merasa resah kemudian melapor kepada keluarganya. Mereka selanjutnya memancing pelaku untuk kembali ke lokasi.

Saat pelaku datang, warga langsung menegur dan menggeledah barang bawaannya.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sebuah botol obat bertuliskan Telado yang diketahui merupakan obat untuk pengobatan HIV.

Peristiwa ini menjadi viral setelah video amatir beredar di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria berbaju kuning diamankan warga.

Video itu juga menampilkan seorang wanita yang memarahi pelaku serta meminta kartu identitas dan ponselnya.

Disebutkan, pelaku menawarkan jasa dengan tarif berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 100.000 melalui secarik kertas.

Meski sempat diamankan oleh warga, IK akhirnya dilepaskan dan hanya ponselnya yang ditahan sementara.

Dimediasi Warga

Dalam kondisi emosi, warga membawa pelaku ke rumah salah satu warga untuk diinterogasi. 

Pelaku kemudian diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. 

“Dimediasi hingga dibuat video rekaman perjanjian agar si pelaku tidak berbuat aksi seperti itu di setiap wilayah mana pun,” kata Galuh. 

Setelah itu, pelaku dilepaskan dan diminta kembali ke tempat tinggalnya. 

Terkait nasibnya, IK kini resmi dipecat dari pekerjaannya setelah diduga terlibat dalam aksi penawaran jasa seksual di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Depok, Enjat Munjiat, membenarkan kabar pemberhentian oknum pendidik tersebut.

Informasi pemecatan ini diterima setelah pihak yayasan sekolah mengambil tindakan tegas.

"Menurut laporan yang saya dapat, guru tersebut sudah diberhentikan oleh pihak yayasan," ujar Enjat Munjiat saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2026) malam.

Kasus yang menjerat IK kini tengah dalam penanganan pihak kepolisian.

Sebagai tindak lanjut, Kankemenag Kota Depok juga berencana memanggil kepala sekolah tempat IK sebelumnya mengajar untuk menggali keterangan lebih mendalam.

Polisi Lakukan Penelusuran

Polisi telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan masih menelusuri keberadaan pelaku.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, antara lain kartu tanda penduduk (KTP) pelaku dan botol obat.

Sementara itu, ponsel pelaku disebut masih dipegang oleh seorang wanita yang terekam dalam video viral.

“Wanita itu telah mengamankan ponsel pelaku, tetapi setelah crosscheck, wanita ini masih di Serang, Banten, dan belum kembali. Jadi kami menunggu sekitar minggu depan sambil melanjutkan penyelidikan,” ujar Galuh.

Terkait kondisi kesehatan pelaku, polisi belum dapat memastikan apakah yang bersangkutan mengidap HIV.

“Untuk pria itu belum diketahui karena yang bisa mengecek itu adalah dokter. Jadi belum ketahuan itu benar atau asumsi,” tambahnya.

(Bangka Pos)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.