TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Lonjakan signifikan jumlah pengunjung terjadi di Pantai Wonokerto selama momentum libur Syawalan 2026.
Dalam satu hari puncak, jumlah wisatawan diperkirakan menembus hingga 15 ribu orang.
Direktur BUMDes Mitra Mina, Krisandi Oktofredi, mengungkapkan bahwa sejak H+1 hingga H+6 Lebaran, rata-rata kunjungan mencapai sekitar 5 ribu orang per hari. Bahkan pada hari puncak Syawalan, lonjakan pengunjung terjadi sejak siang hari.
"Kami perkirakan hingga sore hari jumlahnya bisa mencapai 10 ribu sampai 15 ribu orang," ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, tingginya minat wisatawan tidak lepas dari daya tarik Pantai Wonokerto yang mengusung konsep wisata alam (nature tourism).
Kondisi pantai yang masih alami, serta area bibir pantai yang landai menjadi nilai lebih bagi pengunjung, terutama keluarga yang ingin berwisata sekaligus memberikan edukasi kepada anak-anak.
Selain itu, pengelola juga bergerak cepat melakukan pemulihan pascakebakaran yang sempat terjadi di area lapak pedagang.
Baca juga: Libur Lebaran Usai, Pandansari Jadi Pelarian Terakhir Wisatawan di Warungasem Batang
"Sebanyak 11 lapak yang terdampak telah dibenahi, dan para pelaku UMKM mendapat bantuan subsidi modal agar dapat kembali berjualan," imbuhnya.
Dari sisi asal pengunjung, tren menunjukkan pergeseran. Pada awal libur Lebaran, wisatawan didominasi dari luar kota.
Namun memasuki H+4 hingga H+7, kunjungan lebih banyak berasal dari wisatawan lokal dengan mayoritas menggunakan kendaraan roda dua.
"Rata-rata setiap hari terdapat sekitar 2 ribu kendaraan roda dua dan lebih dari 300 mobil yang masuk ke kawasan wisata," tambah Krisandi.
Meski terjadi lonjakan pengunjung, pengelola memastikan tidak ada kenaikan tarif tiket masuk selama musim Lebaran tahun ini.
Harga tiket tetap Rp 5.000 per orang, Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua, dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat.
Septi, warga Kecamatan Paninggaran, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk mengisi liburan Lebaran di kawasan tersebut.
Menurutnya, Pantai Wonokerto menjadi destinasi langganan setiap tahun.
"Tiketnya murah sekali, hanya Rp5 ribu per orang dan tidak naik setiap tahun. Pantainya juga masih alami, cocok untuk liburan keluarga," ujarnya.
Namun demikian, ia menuturkan kondisi air laut yang sedang tinggi membuat anak-anak tidak bisa bermain air terlalu lama.
Meski begitu, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme keluarganya untuk tetap berkunjung.
Septi menambahkan, kunjungan ke Pantai Wonokerto telah menjadi tradisi tahunan keluarganya setiap momen Lebaran.
Ia juga melihat, adanya peningkatan fasilitas dari tahun ke tahun.
"Setiap tahun ada penambahan fasilitas, seperti kamar mandi untuk bilas.
Harapannya ke depan jumlahnya bisa ditambah lagi supaya lebih nyaman untuk wisatawan," katanya.
Dengan harga tiket yang terjangkau dan suasana yang masih asri, Pantai Wonokerto tetap menjadi pilihan favorit masyarakat untuk berlibur bersama keluarga, meskipun di tengah kondisi rob yang masih terjadi. (Dro)