SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Status sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan tampaknya berbanding lurus dengan tebalnya kocek yang harus disiapkan.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan yang dirilis Februari 2026, sejumlah daerah mencatatkan angka pengeluaran yang jauh melampaui rata-rata provinsi.
Saat ini, rata-rata pengeluaran per kapita warga Sumatera Selatan berada di angka Rp 1.283.538 per bulan.
Namun, bagi warga yang menetap di empat wilayah berikut, angka tersebut hanyalah batas bawah, karena biaya hidup di sana tercatat sebagai yang termahal di Bumi Sriwijaya.
Baca juga: 3 Kabupaten di Sumsel dengan Biaya Hidup Paling Ramah Kantong
Berikut adalah daftar empat kabupaten/kota dengan biaya hidup tertinggi di Sumsel:
Sebagai kota dengan status ibu kota Sumsel, Kota Palembang menjadi daerah dengan biaya hidup termahal di Bumi Sriwijaya.
Rata-rata pengeluaran per kapita di Palembang mencapai Rp 1.879.226 per bulan.
Terdiri dari untuk makanan sebesar Rp 794.213 per bulan dan bukan makanan sebesar Rp 1.085.013 per bulan.
Kota Lubuklinggau menjadi daerah kedua di Sumsel dengan biaya hidup termahal di Sumsel.
Rata-rata pengeluaran per kapita di Lubuklinggau mencapai Rp 1.389.577.
Terdiri dari untuk makanan sebesar Rp 666.914 per bulan dan bukan makanan sebesar Rp 722.663 per bulan.
Kabupaten Lahat menjadi daerah ketiga dengan biaya hidup termahal di Sumsel.
Rata-rata pengeluaran per kapita di Lahat mencapai Rp 1.309.129 per bulan.
Terdiri dari untuk makanan sebesar Rp 758.056 per bulan dan bukan makanan sebesar Rp 551.073 per bulan.
Kabupaten Musi Banyuasin mencatatkan diri sebagai daerah dengan biaya hidup termahal keempat di Sumsel.
Rata-rata pengeluaran per kapita di Muba mencapai Rp 1.305.325 per bulan.
Terdiri dari untuk makanan sebesar Rp 772.391 per bulan dan bukan makanan sebesar Rp 532.934 per bulan.