- Inggris tidak terima dengan komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dianggap menghina kapal induk kerajaan.
Trump sebelumnya menyebut kapal induk Inggris sebagai "mainan" setelah kecewa karena London tidak mendukung perang melawan Iran.
Berbicara kepada Times Radio pada Jumat (27/3/2026), Menteri Veteran Inggris Alistair Scott Carns membanggakan kapal induk kerajaan.
Ia sendiri merupakan eks perwira marinir yang membela dua kapal induk, HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales.
Carns mengklaim bahwa kedua kapal tersebut memiliki kemampuan yang luar biasa.
Kapal senilai £6 miliar atau sekitar Rp 135 triliun tersebut juga menjadi kebanggaan warga Inggris.
"Saya adalah kepala staf gugus tugas kapal induk dan ditempatkan di kapal induk tersebut. Mereka memiliki kemampuan yang luar biasa, dan saya sangat bangga akan hal itu," ujar Carns.
Lebih lanjut, Carns secara tersirat mengkritik perang yang dikobarkan Trump terhadap Iran.
Menurutnya, perang tersebut tidak terencana dan melanggar hukum karena membahayakan orang lain.
Carns kemudian membela NATO, aliansi pertahanan yang diklaim Trump tidak pernah datang untuk menyelamatkan AS.
Padahal NATO justru melakukannya setelah serangan teror 11 September 2001 di New York.
Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa AS tidak membutuhkan bantuan Inggris dalam perangnya melawan Iran.
Ia pun menyebut tawaran untuk mengirim kapal induk sudah terlambat.
"Inggris mengatakan bahwa mereka akan mengirimkan – ini tiga minggu yang lalu – kapal induk mereka, yang sebenarnya bukan kapal induk terbaik, omong-omong, itu seperti mainan dibandingkan dengan yang kita miliki," kata Trump pada Kamis (26/3/2026) di Gedung Putih.