Anggota TNI di Pasukan Perdamaian gugur di Lebanon. PBB mengumumkan, anggota TNI tersebut gugur setelah sebuah proyektil meledak di posisinya di Adchit Al Qusayr, selatan Lebanon.
Sekjen PBB António Guterres menyatakan, seorang penjaga perdamaian asal Indonesia lainnya juga terluka karena serangan tersebut, di tengah konflik Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon.
"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," ujarnya lewat akun X, Senin (30/3/2026).
Anggota TNI yang gugur tersebut merupakan penjaga perdamaian yang ditempatkan bersama Pasukan Sementara PBB (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL). Dikutip dari UN News, UNIFIL menyatakan tidak tahu asal-usul proyektil tersebut dan sudah meluncurkan penyelidikan untuk mencari tahu.
Sementara itu, Lebanon's National News Agency (NNA) menyatakan penembakan artileri Israel yang menargetkan markas kontingen Indonesia yang bertugas bersama pasukan PBB di Adshit al-Qusayr itu, dilansir dari Anadolu Ajansi.
Guterres mengingatkan, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 (2006). Serangan tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, teman, dan kolega almarhum anggota TNI yang merupakan bagian dari Pasukan Perdamaian, serta Republik Indonesia.
Apa Itu Pasukan Perdamaian?
Pasukan Penjaga Perdamaian PBB atau UN Peacekeeping adalah perwakilan PBB yang bertugas melindungi warga sipil, aktif mencegah konflik, mengurangi terjadinya kekerasan, memperkuat keamanan, dan memberdayakan otoritas nasional untuk melaksanakan tanggung jawabnya.
Pasukan penjaga perdamaian PBB membantu negara tempat ia ditugaskan agar menjadi lebih tangguh menghadapi konflik. Para penjaga perdamaian ini juga bertugas meletakkan dasar bagi perdamaian jangka panjang, termasuk dengan mengatasi akar penyebab konflik.
Lebih dari 95% pasukan penjaga perdamaian ditugaskan untuk melindungi warga sipil. Tugas mereka juga termasuk melindungi anak-anak dan menghindarkannya dari kekerasan seksual yang berisiko terjadi selama konflik.
Siapa yang Bisa Jadi Pasukan Penjaga Perdamaian?
Seorang penjaga perdamaian bisa berasal dari anggota militer dan polisi. Warga sipil dengan latar pengalaman dan budaya beragam juga bisa bergabung.
Kendati latarnya berbeda-beda, mereka punya satu tujuan yang sama, yakni melindungi orang-orang yang paling rentan dan memberi dukungan bagi negara-negara yang sedang dalam masa transisi dari konflik menuju perdamaian.
Para penjaga perdamaian disebut personel helm biru, karena atribut yang dipakainya. Perbedaan latar tiap personel pasukan helm biru ini dibutuhkan untuk mengatasi masalah yang multidimensi.
Di samping memantau gencatan senjata, pasukan penjaga perdamaian PBB juga bertugas melindungi warga sipil, melucuti senjata mantan kombatan, melindungi hak asasi manusia (HAM), menegakkan supremasi hukum, mendukung pemilu yang bebas dan adil, meminimalkan risiko ranjau darat, dan lain-lain.
Laki-laki maupun perempuan bisa menjadi personel helm biru. Namun, data Peacekeeping UN tahun 2023 menunjukkan, baru sekitar 8,4% yang bergender perempuan dari total 76.700 orang.
Langkah Menjadi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB
Untuk menjadi pasukan penjaga perdamaian PBB, seorang calon pasukan tidak boleh memihak dan setuju untuk menjadi pasukan.
Mereka juga disyaratkan untuk tidak menggunakan kekuatan kecuali demi membela diri serta mandat. Diketahui, ada lebih dari 4.451 personel yang tewas dalam misi perdamaian sejak 1948 hingga Juni 2025.
Berikut sejumlah langkah untuk menjadi pasukan penjaga perdamaian PBB:
Anggota Militer
- Merupakan personel tentara nasional di negara masing-masing
- Ditugaskan sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB, maksimal 1 tahun di lapangan atau 2 tahun di kantor pusat perdamaian PBB.
Polisi
- Melamar pada posisi-posisi polisi PBB di http://careers.un.org/
Warga Sipil
- Melamar pada lowongan penuh waktu, paruh waktu, posisi konsultan, atau magang melalui http://careers.un.org/
- Melamar untuk posisi relawan PBB yang dibuka bagi spesialis, remaja, dan relawan online yang akan bertugas mendampingi misi lapangan dan di kantor pusat, melalui https://www.unv.org/become-volunteer
- Ahli dapat bergabung melalui nominasi oleh pemerintah masing-masing.





