TRIBUNNEWS.COM - Final FIFA Series antara Timnas Indonesia vs Bulgaria memiliki makna khusus bagi penyerang Bali United berusia 20 tahun, Jens Raven.
Pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3) pukul 20.00 WIB, bisa menjadi debut bagi Jens Raven di Timnas Indonesia level senior.
Sebagai informasi, Jens Raven mendapatkan panggilan untuk masuk skuad laga melawan Bulgaria, sebagai pengganti dari Mauro Zijlstra yang cedera.
Disampaikan oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, pemanggilan Jens Raven merupakan permintaan dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
"Jens Raven dipanggil karena Mauro Zijlstra cedera saat pertandingan lalu sehingga tidak bisa mengikuti latihan dan pertandingan lawan Bulgaria," kata Sumardji, dikutip dari laman Wartakotalive.
"Posisi Jens sama seperti Mauro, sebagai striker, itu pertimbangan Coach John," sambungnya.
Raven punya postur menjulang 187cm. Pemuda kelahiran Dordrecht, Belanda, pada 12 Oktober 2005 itu memiliki kelebihan dalam bola udara dan penempatan posisi.
Sejak bergabung ke Bali United untuk mengarungi Super League 2025/2026, menit bermain Jens Raven terbilang seret.
Dari 18 pertandingan, Raven 'hanya' mendapatkan 35' menit bermain bagi Serdadu Tridatu, julukan Bali United.
Hasilnya berbanding lurus dengan kontribusi sang striker untuk tim Pulau Dewata itu. Jens Raven 'cuma' membukukan satu gol dan dua assist.
Sebuah capaian yang terbilang tak memuaskan bagi pemain yang beroperasi sebagai penyerang murni.
Apa yang diperlihatkan Jens Raven di level klub kini, berbanding terbalik saat dirinya memperkuat timnas di kategori kelompok usia.
Kala membela Timnas Indonesia kelompok U19/U20 dan U22/23 dalam kurun waktu Juni 2024 hingga September 2025, Raven 17 kali menggetarkan gawang lawan dari 20 pertandingan.
Hal ini menunjukkan, bahwa Raven sejatinya merupakan striker yang haus gol jika berada di 'kolam' yang tepat, dan mendapatkan menit bermain yang cukup.
Baca juga: Hasil Bersejarah Timnas Indonesia Kalahkan Bulgaria Bidikan Kevin Diks, Riwayat Skuad Garuda Positif
Menjadi tanda tanya besar tentunya bagi John Herdman, mengapa bukan Rafael Struick yang dipilih untuk menggantikan Mauro Zijlstra?
Seperti yang ditekankan oleh Ketua BTN Sumardji, bahwa coach John Herdman, memilih Raven berdasarkan pergantian sesuai posisi yang perlu mendapatkan 'tamabalan' pengganti.
Dalam hal ini Rafael Struick, secara tipikal permainan berbeda dari Zijlstra maupun Raven, yang merupakan targetman. Sementara Struick yang musim ini menjadi bagian dari Dewa United, cenderung bermain melebar layaknya winger.
Tipikal permainan Struick mirip dengan Ragnar Oratmangoen.
Selain gaya bermain berbeda dengan Zijlstra maupun Raven, performa pemain kelahiran Leidschendam, Belanda, 23 tahun silam ini juga tidak terbilang memuaskan.
Bersama Dewa United di Super League 2025/2026, mantan pemain Ado Den Haag ini baru mengemas 1 gol dan 1 assist dalam 15 laga untuk Dewa United.
Menit bermain yang kurang menjadi alasan mengapa Struick kurang mendapatkan kepercayaan dari pelatih untuk mengisi posisi utama di line-up tim.
Terlepas dari itu, bagi Raven, dia memang tidak bisa dijamin memperoleh debut pertandingannya melawan Bulgaria.
Namun, dengan pemanggilan John Herdman kepada dirinya, penyerang Bali United itu bisa menimba pengalaman dan pelajaran bergabung dengan pemain-pemain seperti Jay Idzes, Kevin Diks, atau Calvin Verdonk, yang memang masuk kategori elite di Eropa.
(Tribunnews.com/Giri)(Wartakotalive/Abdul Majid)